Belajar dari Masalah SMAN 1 Bandung, Dedi Mulyadi Minta Seluruh Aset Pemprov Jabar Diinventarisir
Gubernur Dedi Mulyadi meminta bagian aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan inventarisasi aset, buntut dari masalah sengketa lahan SMAN 1 Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Dedi Mulyadi meminta bagian aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan inventarisasi aset, buntut dari masalah sengketa lahan SMAN 1 Kota Bandung.
Dimana Pemprov Jabar kalah di PTUN oleh Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK), dalam gugatan sengketa lahan SMAN 1 Kota Bandung.
Dedi mengatakan, kelemahan pemerintah baik ditingkat provinsi, kota/kabupaten maupun pusat adalah lambat dalam sertifikasi aset karena biaya yang mahal.
"Menurut saya biaya membuat sertifikat pengamanan aset mahal gak apa-apa, karena asetnya jauh lebih mahal. Ya ini koreksi lah koreksi terhadap yang sering terjadi, bukan hanya di sini loh, Kabupaten/kota juga rata-rata sama, Institusi di Kementerian juga aset-asetnya banyak yang belum terdata dengan baik padahal jumlah asetnya banyak," ujar Dedi di Gedung Negara Pakuan baru-baru ini.
Dedi meminta, bagian aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar mendata dan menyiapkan anggaran yang untuk memproses sertifikasi asetnya.
"Saya minta membuat anggaran yang cukup untuk segera memproses seluruh asetnya dengan baik kemudian disertifikasi," ucapnya.
Sementara terkait sengketa lahan di SMAN 1 Kota Bandung, Dedi menyebut jika masalah itu bukan gugatan murni.
"Itu akses tanah strategis di Dago, pasti banyak pihak yang punya kepentingan terhadap tanah itu. Jadi, bukan murni gugatan PTUN, itu bukan," ucapnya.
Pihaknya pun sudah menginstruksikan biro hukum Pemprov Jabar untuk mengajukan banding atas putusan majelis hakim PTUN yang memenangkan penggugat.
Editor : Ahmad Sayuti

