Beri Kuota Tambahan, Pemprov Jabar Minta Pengelola Pasar Caringin Jangan Lepas Tangan Terkait Sampah
Pemprov Jabar akhirnya memberikan kuota tambahan sebanyak dua ritase per hari untuk Pasar Caringin, Kota Bandung, dalam membuang sampah ke TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar akhirnya memberikan kuota tambahan sebanyak dua ritase per hari untuk Pasar Caringin, Kota Bandung, dalam membuang sampah ke TPAS Sarimukti Kabupaten Bandung Barat.
Ini dilakukan Pemprov Jabar guna mengurai masalah tumpukan sampah yang sudah menggunung di Pasar Caringin.
Meski memberikan kuota tambahan sebanyak dua ritase khusus Pasar Caringin, Pemprov Jabar juga meminta pengelola atau pemilik Pasar Caringin jangan lepas tangan dan hanya mengandalkan pemerintah.
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meminta pengelola agar turut bertanggungjawab, dalam mengatasi masalah sampah di Pasar Caringin. Di luar bonus dua ritase yang diberikan Pemprov Jabar pada pengelola Pasar Caringin.
"Pasar Caringin ada pengelolanya. Kami minta pengelolanya agar bertanggungjawab. Solusi cepatnya, kami berikan tambahan di Kota Bandung, dua rit untuk Caringin. Tadinya sudah tiga rit, nambah dua rit. Kami minta untuk diberesin. Untuk pengelolanya untuk membenahi, mengatur," ujar Bey Machmudin di Pusdai, Kota Bandung, Selasa 17 Desember 2024.
Seiring dengan adanya penambahan dua ritase tersebut lanjut dia, akan mengurangi sebanyak 30 ton sampah Pasar Caringin dari total 48 ton.
Sisa 18 ton lagi kata dia, harus bisa diselesaikan oleh pengelola Pasar Caringin supaya tidak menambah tumpukan sampah yang ada saat ini.
"Kami minta pengusaha, pedagang sayur dilibatkan juga jangan dibebankan kepada pemerintah. Disitu ada pengelola, harus bertanggungjawab pada sampahnya seperti apa," ucapnya.
"18 ton itu kami minta, kan suka ada sayuran yang tidak laku atau tidak bisa dijual. Itu jangan disitu, tapi dibawa lagi. Misal dikirim dari Ciwidey atau Pangalengan, dikirimkan lagi ke Ciwidey atau Pangalengan, bisa untuk pakan ternak. Jadi kami berharap pengelola Caringin, pedagang membantu bersama supaya sampah tidak asal buang tapi dimanfaatkan lagi," imbuhnya.
Selain itu, Pemprov Jabar kata Bey Machmudin juga siap meminjamkan lahan untuk mengatasi masalah sampah, termasuk di Pasar Caringin.
Namun dengan catatan, tempat tersebut kata dia harus menjadi TPS 3R (Tempat Pembuangan sampah Reuse-Reduce-Recycle). Bukan sebagai TPS biasa yang akhirnya dibuang lagi ke TPAS Sarimukti.
"Kami akan berikan lahan dengan ketentuan yang berlaku, minta disitu bukan hanya buang tapi TPS 3R. sampah yang dibuang harus diolah," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


