Bingung Kembalikan Uang Korban, Alasan CN dan MF Habisi Nyawa TKW Asal Garut Sepulang dari Malaysia

Entah setan apa yang merasuki Cahya Nurdiansyah CN (31) dan Miftah Fahmi MF (23) hingga tega menghabisi Iis Nurparida (44) teman dekat yang mempercayakan hasil jerih payahnya kepada pelaku.

Bingung Kembalikan Uang Korban, Alasan CN dan MF Habisi Nyawa TKW Asal Garut Sepulang dari Malaysia
Diketahui, Iis Nurparida merupakan warga asal Garut yang menjadi TKW di Malaysia selama tiga tahun. Korban tewas dibunuh CN dan MF saat perjalanan pulang dari bandara Jakarta ke kampung halamannya. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Entah setan apa yang merasuki Cahya Nurdiansyah CN (31) dan Miftah Fahmi MF (23) hingga tega menghabisi Iis Nurparida (44) teman dekat yang mempercayakan hasil jerih payahnya kepada pelaku.

Diketahui, Iis Nurparida merupakan warga asal Garut yang menjadi TKW di Malaysia selama tiga tahun. Korban tewas dibunuh CN dan MF saat perjalanan pulang dari bandara Jakarta ke kampung halamannya.

Jasad korban Iis Nurparida ditemukan warga dalam posisi mengambang di aliran Sungai Citarum oleh warga pada Rabu 1 Oktober 2025.

Sebelumnya, korban dibunuh dengan seutas tali jaket oleh para pelaku di dalam kendaraan roda empat merk Daihatsu Terios dengan Nopol D 1018 VBY berwarna putih yang digunakan para pelaku untuk menjemput korban.

"Saya teman tetangga korban waktu ngontrak," kata tersangka Cahya Nurdiansyah di Mapolres Cimahi, Selasa 13 Oktober 2025.

Pelaku CN mengaku melakukan aksi pembunuhan itu lantaran bingung uang gaji korban IN selama tiga tahun bekerja di Malaysia yang dititipkan habis dipakai oleh pelaku.

"Karena saya udah bingung ngembaliin uang korban yang sudah pulang. Total yang kepake Rp80 juta," ujarnya.

Pelaku CN menuturkan, waktu dia (IN) pergi ke Malaysia tidak ada yang tahu. Namun, dia hanya punya kontak dirinya dan lima bulan dia menghubungi dengan nomor kode telepon Malaysia.

"Dia (IN) bilang ke saya jangan ada yang tahu. Termasuk nitip uang gajinya selama dua tahun," ucapnya.

"Ke MF saya ngasih uang dua kali gaji setelah eksekusi korban," sebutnya.

Sedangakan, Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Teguh Kumara mengatakan aksi pembunuhan korban IN sudah direncanakan mulai dari satu hari sebelumnya hingga perjalanan saat akan menjemput korban.

"Untuk aksinya sudah direncanakan satu hari sebelumnya dan saat diperjalanan penjemputan korban di bandara," kata Teguh.

Teguh menyebut, hubungan antara korban IN dan tersangka CN merupakan teman dekat. Korban selama tiga tahun bekerja di Malaysia, dia (korban) mengirimkan gaji kepada CN dengan maksud menitip.

Kemudian, sepulang dari Malaysia korban bermaksud akan kembali mengambil gaji yang dititipkan kepada pelaku.

"Tersangka CN yang kebingungan karena uangnya habis digunakan pelaku berniat menghabisi korban," ujarnya.

Saat di TKP, ungkap Teguh, kondisi korban masih berbusana persis dengan foto selfie yang dikirimkan korban IN kepada pihak keluarga.

"Saat di TKP polisi belum bisa mengidentifikasi ada luka. Luka bekas jeratan baru ditemukan setelah dilakukan autopsi," ujarnya.

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, yakni kendaraan roda empat tipe Daihatsu Terios berwarna putih, tali jaket warna hitam, satu stel pakaian korban, dua stel pakaian pelaku saat melakukan aksi pembunuhan, tas warna kuning dan merah.

"Atas perbuatannya para tersangka dijerat sejumlah pasal, antara lain Pasal 340 dan/ Pasal 339 dan/ Pasal 338 dan/ Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau 15 tahun penjara," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani