Pembangunan TPPAS Lulut Nambo di Bogor Terlunta-lunta
Proyek pembangunan tempat pengelolaan dan pemprosesan akhir sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kabupaten Bogor kini terlunta-lunta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Proyek pembangunan tempat pengelolaan dan pemprosesan akhir sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kabupaten Bogor kini terlunta-lunta.
Proyek senilai Rp600 miliar yang rencananya tuntas dikerjakan pembangunannya di Bogor pada akhir Juli 2020 lalu sempat digeser. Namun, usai digeser hingga akhir Februari 2022, TPPAS Lulut Nambo hingga saat ini belum juga rampung.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, progres pembangunan TPPAS Lulut Nambo hanya berkisar sekitar 40 persen. Tak banyak dilakukan kegiatan pembangunan di Bogor karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat bersama PT Jabar Bersih Lestari kehilangan investor.
Baca Juga: PN Bandung Vonis Pelaku Pemerkosaan dan Penjualan Manusia di Bandung 1,5 Tahun Bui
Menyikapi hal itu, anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya menilai DLH Jawa Barat sebagai leading sektor tidak serius melaksanakan keinginan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang didukung teknologi Jerman ingin membangun TPPAS tercanggih di Indonesia.
"Keinginan Kang Ridwan Kamil yang juga tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Jawa Barat, untuk membangun TPPAS tercanggih di Kabupaten Bogor belum juga terwujud di tahun keempat kepemimpinannya. Saya melihat DLH Jawa Barat tidak serius hingga proyek pembangunan TPPAS Lulut Nambo terlunta-lunta," ucap Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Selasa 19 Juli 2022.
Baca Juga: Buat Modal Nikah, Burhanudin Nekat Mencuri Motor di Berbagai Wilayah di Jabar
Asep Wahyuwijaya pun meminta DLH Jawa Barat segera menuntaskan pembangunan TPPAS Lulut Nambo, paling lambat pada pertengahan 2023 mendatang.
"Proyek pembangunan TPPAS Lulut Nambo harus selesai sebelum periode kang Ridwan Kamil habis, terkait pendanaan, mereka harus membangun kajian bisnis yang feasible hingga investor tak lagi mundur di tengah jalan," pintanya. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


