Bonteng Tekan Angka Stunting
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Angka stunting di Kelurahan Kebon Pedes memang sudah berada pada tingkat rendah. Dari 1.717 balita, hanya 20 anak yang tercatat mengalami stunting. Namun, capaian tersebut tak membuat upaya pencegahan berhenti.
Lurah Kebon Pedes Lulut Wiyono meluncurkan inovasi Bondes Leungit keun Stunting (Bonteng) untuk memperkuat pencegahan stunting melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Bonteng merupakan komitmen Kelurahan Kebon Pedes dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif,” ungkap Lulut, Senin (17/8).
Program tersebut melibatkan Puskesmas Pondok Rumput, tim promosi kesehatan dan gizi, PKK, Posyandu, RT/RW, Karang Taruna, dunia usaha, hingga masyarakat.
Agar pelaksana memiliki pemahaman yang sama, Kelurahan Kebon Pedes juga menyusun buku manual Bonteng. Pedoman tersebut memuat mekanisme kerja, pembagian tugas, standar operasional, serta sistem monitoring dan evaluasi.
“Dengan adanya pedoman ini diharapkan seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah, efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” paparnya.
Dukungan juga datang dari dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Goodyear. Bantuan berupa kacang hijau, susu kental manis, dan gula putih dikirim setiap tiga bulan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi balita.
Lulut menyebut, jumlah balita stunting saat ini jauh di bawah batas 14 persen. Dari 1.717 balita, tercatat 20 anak mengalami stunting.
“Target standarnya 14 persen atau sekitar 231 balita. Saat ini stunting kami hanya 20 balita,” jelasnya.
Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Lulut menilai pekerjaan belum selesai. Program Bonteng masih terbuka untuk disempurnakan sesuai perkembangan kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
“Semoga Bonteng dapat menjadi acuan bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas dan bebas stunting,” pungkasnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

