Buntut Penambahan Rombel PAPS, FKSS Jabar Klaim Banyak Calon Siswa Sekolah Swasta Cabut Berkas

Ketua Umum Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jabar Ade D Hendriana mengklaim banyak calon siswa mencabut berkas atau batal masuk ke sekolah swasta, buntut dari adanya kebijakan penambahan rombongan belajar (Rombel) yang bisa sampai 50 murid per kelas di SMA negeri.

Buntut Penambahan Rombel PAPS, FKSS Jabar Klaim Banyak Calon Siswa Sekolah Swasta Cabut Berkas
Meski masih ratusan ribu siswa tidak diterima di sekolah negeri lanjut Ade, nyatanya peminat sekolah swasta tetap lesu. Salah satu akibat dari adanya Keputusan Gubernur (Kepgub) Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS). (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Ketua Umum Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jabar Ade D Hendriana mengklaim banyak calon siswa mencabut berkas atau batal masuk ke sekolah swasta, buntut dari adanya kebijakan penambahan rombongan belajar (Rombel) yang bisa sampai 50 murid per kelas di SMA negeri.

Meski masih ratusan ribu siswa tidak diterima di sekolah negeri lanjut Ade, nyatanya peminat sekolah swasta tetap lesu. Salah satu akibat dari adanya Keputusan Gubernur (Kepgub) Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS).

"Setelah pengumuman terakhir. SMA swasta bukannya bertambah, malah pada mencabut berkas. Dalam artian mereka diterima dalam program PAPS," ujar Ade saat dihubungi Kamis 10 Juli 2025.

Pihaknya pun mempertanyakan program PAPS tersebut, karena dinilai tepat sasaran. Sebab, siswa yang sebelumnya mendaftar ke sekoah swasta akhirnya tidak jadi karena diterima dalam program PAPS.

"Artinya program itu kan untuk pencegahan anak untuk putus sekolah, tidak tepat sasaran juga. Kenapa tidak tepat sasaran? Karena mereka kan mampu di sekolah swasta," ucapnya.

"Kemudian ada salah satu SMA favorit di Kota Bandung menerima siswa dari SMP favorit juga. Artinya SMP dengan cara bayar tinggi atau besar, kenapa bisa masuk jalur PAPS? Itu kan sudah tidak masuk kategori PAPS," imbuhnya.

Menurut Ade, program PAPS ini tidak jauh beda dengan jalur titipan. Hanya saja dikemas seolah bertujuan baik.

"Saya sudah sampaikan di awal, ini merupakan jalur untuk titipan siswa dibalut dengan kemasan baik saja," kata Ade.


Editor : Doni Ramdhani