Komisi V DPRD Jabar Bakal Panggil Disdik, Buntut Sekolah Swasta Sepi Peminat Imbas Penambahan Rombel
Komisi V DPRD Jabar bakal memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, buntut sekolah swasta yang sepi peminat, imbas adanya kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri jenjang SMA/SMK.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat bakal memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, buntut sekolah swasta yang sepi peminat, imbas adanya kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri jenjang SMA/SMK.
Kehadiran Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS), menjadi dalang utama sepinya minat siswa lulusan SMP untuk bersekolah di sekolah swasta.
Untuk itu, Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari mengatakan masalah ini harus segera ditindaklanjuti dengan memanggil Disdik Jawa Barat karena berdampak pada masa depan sekolah swasta.
"Saya sebut ini bagian dari carut-marutnya dunia pendidikan Jawa Barat. Kenapa demikian? Karena Kepgub yang mengatur tentang Penanggulangan Anak Putus Sekolah, waktunya bersamaan dengan pelaksanaan SPMB," ujar Zaini dikutip Rabu 16 Juli 2025.
Belum lagi kata dia, kategori siswa yang berhak menerima program PAPS penambahan rombel ini juga tidak jelas. Kepgub tersebut hanya menekankan pada siswa yang berpotensi putus sekolah, bukan khusus untuk ekonomi kurang.
"Maka wajar, kalau di kemudian hari ini sekolah-sekolah swasta terimplikasi dan Implikasinya kan ada," katanya.
Secepatnya kata Zaini, Disdik Jabar akan dipanggil supaya masalah yang terjadi di sekolah swasta dapat diselesaikan.
Termasuk dampak terhadap angka anak tidak sekolah di Provinsi Jawa Barat, dimana berdasarkan data hasil integrasi dan update data oleh Satuan Pendidikan melalui DAPODIK, EMIS dan PDDikti pada Dasbor Verifikasi Validasi Anak Tidak Sekolah Pusdatin Kemdikbud jumlah anak tidak sekolah di Jabar mencapai 658.831 orang, yang mencakup 164.631 orang drop out (DO), 198.570 orang Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) dan 295.530 orang Belum Pernah Bersekolah (BPB).
"Pasti Dinas Pendidikan nanti akan kita panggil untuk bicara, terkait dengan data yang ada. Jadi kalau ada 400 ribu siswa yang tidak tertampung, 400 ribu itu dimana saja? Yang lulusannya ada berapa? Yang swastanya, yang negeri yang masuk ada berapa? Swasta berapa? Seperti dipukul dengan mudah angka-angka itu," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani


