BYD Tumbuhkan Industri Subang

BYD Tumbuhkan Industri Subang
KAWAL INVESTASI: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengawal investasi Rp11,7 Triliun di Subang yang diproyeksikan menyerap 18 ribu pekerja.

Oleh: Yuliantono

INILAH, Bandung - Peresmian pabrik kendaraan listrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9, bukan sekadar seremoni menandai beroperasinya sebuah fasilitas industri.

Di balik bangunan seluas 126 hektare itu, ada perjalanan panjang investasi yang harus melewati berbagai persoalan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut mengawal prosesnya, dari urusan lahan hingga menyiapkan tenaga kerja agar manfaat investasi tidak berhenti di kawasan industri.

Pabrik yang berdiri di Subang Smartpolitan Industrial Park tersebut menelan investasi Rp11,7 triliun. Fasilitas itu memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.

Bagi Jawa Barat, kehadiran BYD memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik nasional. Namun bagi masyarakat, ada pertanyaan yang lebih sederhana: seberapa besar investasi tersebut akan membuka kesempatan bagi mereka? Pertanyaan itu sejak awal menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sejak pembangunan dimulai pada 2025, Dedi menempatkan investasi BYD sebagai proyek strategis yang harus memberikan manfaat ekonomi nyata, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.

Pada Maret 2025, ketika berdiskusi dengan pengelola kawasan industri, Dedi menyebut kebutuhan tenaga kerja BYD dapat mencapai 18.000 orang dengan beragam keahlian.

“Kita baru saja rapat dengan pengelola kawasan industri. Pabrik BYD, pabrik mobil listrik, butuh 18.000 pekerja. Ini mencakup tenaga engineer dan elektronik. Tahun ini, kami siapkan,” ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (3/9).

Angka tersebut kemudian menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Sebab, investasi besar tidak akan banyak berarti bagi daerah jika kebutuhan tenaga kerjanya justru dipenuhi dari luar.

Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong menyiapkan calon pekerja lokal sesuai kebutuhan industri.

“Pada tahun ini, pemerintah Jawa Barat harus menyiapkan 18.000 untuk calon tenaga kerja di BYD, ya kan, baik tenaga kerja terampilnya maupun tenaga kerja biasanya,” ucap Dedi.

(gin)


Editor : Inilahkoran