Dari Gambar Tokoh hingga Persib, Kampung Mural Karangsari Padalarang Curi Perhatian

Warga Karangsari Padalarang sambut HUT RI ke-81 dengan menyulap dinding pemukiman jadi kampung mural bertema nasionalisme, budaya Sunda, hingga Persib Bandung.

Dari Gambar Tokoh hingga Persib, Kampung Mural Karangsari Padalarang Curi Perhatian
Hasil kreativitas warga RW 04 Padalarang, sebuah karya mural swadaya menyambut HUT RI ke-81. Dari gang sempit berkesan kumuh lahir kanvas nasionalisme, budaya Sunda, dan cinta Persib yang kini jadi kebanggaan warga dan harapan tumbuhnya kampung wisata tematik. Agus Satia Negara
Dari Gambar Tokoh hingga Persib, Kampung Mural Karangsari Padalarang Curi Perhatian

INILAHKORAN.ID – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kampung Rancabali, Gang Karangsari, RW04, Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) punya cara tersendiri untuk mengubah dinding-dinding di lingkungan sekitar menjadi kanvas raksasa penuh makna. 

Tembok rumah, pagar, tiang lampu, hingga saluran drainase disulap dengan lukisan mural bertema nasionalisme, tokoh-tokoh bangsa, kearifan lokal budaya Sunda, hingga ikon kebanggaan warga Jawa Barat, yakni Persib Bandung. 

Di pintu masuk kampung pun berdiri gapura anyaman bambu dengan logo resmi HUT RI ke-81 bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", menyambut siapa pun yang melintas dengan nuansa kemerdekaan dan kearifan daerah yang menyatu.

Tradisi mempercantik lingkungan lewat lukisan tembok ini bukan hal baru. Pasalnya, sejak 2019, warga bersama pemuda bergotong royong mengubah citra kawasan yang dulu padat, sempit dan berkesan kumuh menjadi lingkungan yang bersih, rapi, dan memikat mata. 

Hampir seluruh proses pengecatan dilakukan secara swadaya, mulai dari tenaga hingga biaya cat dan perlengkapan yang bersumber dari iuran warga serta bantuan donatur. 

"Kali ini, persiapan dilakukan lebih mendesak dibanding tahun-tahun sebelumnya, hanya memperbarui bagian yang pudar dan menambah gambar baru dengan sekitar 30 kilogram cat senilai lebih dari Rp2 juta yang sepenuhnya dana swadaya masyarakat sendiri," Ketua RW04, Yudi Hendrawan, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, antusiasme warga tak luntur meski kegiatan dilakukan setiap tahun dan dengan keterbatasan anggaran. Semangat kebersamaan tetap menjadi modal utama, ditambah harapan agar Kampung Karangsari kelak tumbuh menjadi kampung tematik yang dikenal luas dan menarik wisatawan. 

"Tapi tujuan yang paling pokok dari aksi ini tentu warga bisa merasa nyaman, bangga dan memiliki lingkungan yang layak dihuni," tuturnya.

"Di tengah kemeriahan menyambut kemerdekaan, Kampung Mural ini pun menjadi bukti nyata bahwa gotong royong tetap menjadi kekuatan terbesar masyarakat dalam membangun lingkungan yang berbudaya dan berkelanjutan," sambungnya.

Di antara deretan gambar tokoh nasional dan simbol budaya, mural Persib Bandung 1933 justru menjadi magnet paling diminati. Warga hingga pengendara yang lewat tak segan berhenti sejenak untuk berswafoto. 

Salsabila, salah satu pengunjung yang datang lantaran penasaran unggahan di media sosial, menyebut Persib bukan sekadar tim sepak bola, melainkan simbol identitas, harga diri dan ikatan emosional masyarakat Jawa Barat. 

"Gak kalah menarik juga ada gambar macan berpadu simbol kujang putih sempat disangka lambang klub sepak bola lain, padahal murni karya seni yang mengangkat kekayaan budaya tanah Pasundan," kata Salsabila.


Editor : Ahmad Sayuti