Dedi Mulyadi dan Polsek Nanggung Berbeda Jumlah Korban di Lubang Emas Antam, Ini Harapan Sastra Winara

Ada perbedaan jumlah korban meninggal dunia yang diduga karena kepulan asap karbon dioksida. Polsek Nanggung menyebutkan jumlah korban meninggal dunia ada 5 orang. Sedangkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut jumlah korban meninggal dunia ada 9 orang.

Dedi Mulyadi dan Polsek Nanggung Berbeda Jumlah Korban di Lubang Emas Antam, Ini Harapan Sastra Winara
Melihat perbedaan itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara berharap Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan yang besok akan meninjau lokasi PT Antam Tbk UPBE Pongkor di Desa Bantar Karet Nanggung untuk menjelaskan jumlah korban meninggal dunia secara gamblang. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Ada perbedaan jumlah korban meninggal dunia yang diduga karena kepulan asap karbon dioksida. Polsek Nanggung menyebutkan jumlah korban meninggal dunia ada 5 orang. Sedangkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut jumlah korban meninggal dunia ada 9 orang.

Polsek Nanggung mengatakan lima korban meninggal dunia itu dua orang warga Desa Nanggung dan tiga orang warga Desa Urug, Sukajaya. Sementara, Dedi Mulyadi menyebut sembilan orang korban yang meninggal dunia itu berasal dari Kecamatan Cigudeg dan Sukajaya.

Melihat perbedaan itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara berharap Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan yang besok akan meninjau lokasi PT Antam Tbk UPBE Pongkor di Desa Bantar Karet Nanggung untuk menjelaskan jumlah korban meninggal dunia secara gamblang.

"Semoga Kapolda Jabar besok di Nanggung, bisa menerangkan sesungguh dan sebenarnya jumlah korban yang meninggal dunia atas kejadian kepulan asap pada Selasa 13 Januari dini hari lalu," harap Sastra Winara kepada wartawan, Rabu 21 Januari 2025.

Sastra Winara pun meminta agar kepolisian mengusut tuntas penyebab api dan kepulan asap di gua emas yang masih berada di kawasan izin usaha pertambangan PT Antam Tbk UPBE Pongkor.

"Kejadian kepulan asap itu jangan jadi keprihatinan dan pembelajaran saja, tetapi juga harus ada pegusutan atau penyelidikan lebih lanjut penyebab api atau kepulan asapnya," pinta Sastra Winara.

Ia juga akan meminta Pemkab Bogor memberikan bantuan pelatihan kerja kepada para penambang emas tanpa izin atau gurandil agar bisa alih profesinya.

Hal itu dibutuhkan karena ada masyarakat yang masih menggantungkan hidupnya dari usaha tambang emas ilegal dan terpaksa berprofesi sebagai gurandil.

"Kami usahakan Pemkab Bogor mencari solusi yang terbaik agar teman-teman gurandil, bisa alih profesi dan tetap bisa menafkahi keluarganya," tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani