Dedi Mulyadi Goda Pendukung Portugal Usai Ditahan RD Kongo di Piala Dunia 2026
Hasil kurang memuaskan yang diraih Portugal pada laga awal Piala Dunia 2026, direspon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Hasil kurang memuaskan yang diraih Portugal pada laga awal piala dunia 2026, direspon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Portugal harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1, saat menghadapi RD Kongo di Houston Stadium, Amerika Serikat, Rabu (18/6/2026) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, kapten tim Cristiano Ronaldo juga gagal mencetak gol.
Momentum itu dimanfaatkan Dedi untuk menyapa para penggemar Portugal melalui akun media sosialnya. Ia meminta para pendukung tetap tenang dan tidak terburu-buru kecewa dengan hasil yang diraih tim kesayangannya.
"Ini saya menyampaikan buat para pendukung Portugal, mohon bersabar dulu ya. Baru bisa draw lawan Kongo tadi malam," ujar Dedi, Kamis (18/6/2026).
Ia menyinggung keberhasilan Messi yang tampil gemilang bersama Argentina dengan mencetak tiga gol, sementara Ronaldo belum mampu memberikan kontribusi serupa untuk Portugal kala bersua Kongo.
"Ronaldonya belum bisa hattrick seperti Messi. Belum waktunya. Mohon sabar, mungkin malam itu bukan hokinya," ucapnya.
Meski menyelipkan gurauan, Dedi tetap menyampaikan harapan agar Portugal mampu bangkit pada pertandingan berikutnya. Menurutnya, kekuatan kolektif tim menjadi faktor penting untuk meraih hasil positif di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
"Semoga di pertandingan nanti bisa mengikuti gaya Messi dalam bermain kompak, saling menunjang dan penuh optimisme," katanya.
Dedi juga mengajak masyarakat menikmati atmosfer piala dunia 2026 sebagai ajang hiburan, sekaligus perekat kebersamaan. Ia berharap kompetisi empat tahunan itu dapat dinikmati dengan semangat sportivitas.
"Salam untuk semuanya. Yuk kita ikuti piala dunia dengan penuh sukacita," katanya.
Sebelum menyindir pendukung Portugal, Dedi lebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Argentina yang tengah menikmati performa impresif tim berjuluk Albiceleste.
Kemenangan Argentina yang diwarnai hattrick Lionel Messi kontra Aljazair kemarin, disebutnya menjadi suntikan optimisme besar bagi para pendukung untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.
"Selamat, berbahagia, bergembira buat para pendukung Argentina karena Messi hattrick tiga gol. Semoga pertandingan tadi cukup membuat para pendukung Argentina optimistis," ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh pencinta sepak bola di Jabar, untuk terus mengikuti perkembangan piala dunia 2026 yang masih menyisakan banyak pertandingan menarik.
"Salam untuk semua, sehat selalu. Mari kita tunggu pertandingan berikutnya," katanya.
Dukungan Dedi terhadap Argentina sudah sejak lama dan tetap konsisten hingga saat ini.
"Kalau piala dunia, saya mah dari dulu. Dari sejak kecil sampai sekarang. Argentina, saya Argentina," tuturnya.
Sisi lain, euforia piala dunia 2026 juga memantik perhatian pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mendorong seluruh pemerintah daerah memperbanyak penyelenggaraan nonton bareng (nobar) selama piala dunia 2026 berlangsung. Menurutnya, pengalaman dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pesta sepak bola dunia selalu melahirkan aktivitas ekonomi yang signifikan.
Mulai dari penjualan atribut tim, jersey, produk pendukung pertandingan, hingga meningkatnya omzet pelaku usaha makanan dan minuman, seluruhnya menjadi bagian dari efek berganda yang muncul selama kompetisi berlangsung.
"Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur pernah jadi Kapolda di Papua, saya pun ngikutin di sana tuh lebih ramai lagi (perayaan Piala Dunianya)," ujar Tito di Jakarta pekan lalu.
Tito menilai, momentum tersebut tidak boleh dilewatkan oleh pemerintah daerah karena mampu mendorong perputaran uang di tingkat lokal.
"Ini peluang untuk menggerakkan ekonomi. Kita akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng, memanfaatkan memancing UMKM untuk bergerak dan lain-lain, tapi tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

