Diseret ke Kasus Abdul Wahid, Plt Gubernur Riau Sampai Bersumpah sebut Tak Jadi Saksi

Plt Gubernur Riau, SF Haryanto mengaku dirinya tak menjadi saksi atas kasus Abdul Wahid.

Diseret ke Kasus Abdul Wahid, Plt Gubernur Riau Sampai Bersumpah sebut Tak Jadi Saksi

INILAHKORAN - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan dirinya tidak pernah diperiksa atau menjadi saksi pelapor dalam kasus dugaan korupsi dan pemerasan yang menyeret mantan Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Pernyataan ini disampaikan SF Hariyanto sebagai klarifikasi atas kabar yang menyebut dirinya terlibat dalam proses hukum yang saat ini tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam keterangannya di Pekanbaru, Kamis (7/11), SF Hariyanto mengaku terkejut dan bingung atas isu tersebut. Ia menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar dan menyebutnya sebagai fitnah.

“Saya bersumpah, saksi pelapor apa? Semua orang di sana adalah anak buah saya. Apa mungkin saya melaporkan mereka? Saya tidak tahu-menahu soal itu. Jadi saya katakan itu fitnah,” ujar SF Hariyanto tegas.

Hariyanto mengakui dirinya memang berada di lokasi yang sama saat KPK menangkap Abdul Wahid, namun menegaskan tidak terlibat dalam kejadian tersebut.
Menurutnya, saat itu ia hanya kebetulan sedang duduk bersama Abdul Wahid dan Bupati Siak Afni Zulkifli di sebuah kafe.

“Kami hanya sedang ngopi berempat, saya, Pak Wahid, Bu Bupati Siak, dan Faisal. Tiba-tiba suasana di luar ramai. Setelah tahu ada penangkapan, saya langsung pulang dan tidak tahu lagi kelanjutannya,” jelasnya.

SF Hariyanto juga mengaku sempat kaget dan menyesal berada di lokasi yang sama dengan kejadian itu.

“Kalau tahu akan ada penangkapan, tentu saya tidak akan ke sana. Saya juga bisa diangkut kalau tetap di situ,” tambahnya sambil tertawa getir.

Pemerintahan Riau Tetap Berjalan Normal

Di tengah dinamika politik dan proses hukum yang menimpa pejabat sebelumnya, SF Hariyanto memastikan bahwa roda pemerintahan di Provinsi Riau tetap berjalan normal.
Ia menegaskan seluruh jajaran, mulai dari Sekda hingga para asisten dan OPD, tetap bekerja seperti biasa.

“Saya ada, Sekda ada, Asisten I, II, dan III juga ada. Semua OPD siap dan tidak ada yang lumpuh. Pelayanan publik tetap berjalan,” katanya menegaskan.

Meski tak terlibat, SF Hariyanto menyampaikan doa dan empati bagi Abdul Wahid agar proses hukum yang dijalani dapat berjalan lancar dan ringan.

“Semoga beliau dilancarkan urusannya dan diberi kekuatan,” ujarnya.


Editor : Firda Rachmawati