Disnakertrans Jabar Bangun Basis Data untuk Klasifikasi dan Urai Masalah Pengangguran

Sebanyak 1,6 juta orang pengangguran, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Agustus 2024 lalu atau sekitar 6,75 persen, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar.

Disnakertrans Jabar Bangun Basis Data untuk Klasifikasi dan Urai Masalah Pengangguran
Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar Hendra Kusuma Sumantri mengatakan, penanganan pengangguran berbasis data individu adalah pendekatan yang efektif untuk mengatasi masalah pengangguran dengan menyediakan solusi yang tepat sasaran. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 1,6 juta orang pengangguran, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Agustus 2024 lalu atau sekitar 6,75 persen, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar.

Untuk itu, agar penanganan pengangguran dapat efektif Disnakertrans Jabar akan membangun basis data individu.

Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar Hendra Kusuma Sumantri mengatakan, penanganan pengangguran berbasis data individu adalah pendekatan yang efektif untuk mengatasi masalah pengangguran dengan menyediakan solusi yang tepat sasaran.

"Pada program tersebut melibatkan kolaborasi berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat dan kader. Pendekatan ini dapat membantu penganggur mendapatkan pekerjaan baik di dalam maupun luar negeri/ pendampingan berwirausaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka," kata Hendra, Senin 24 Maret 2025.

Harapannya, penanganan pengangguran berbasis data individu tidak hanya mengurangi angka pengangguran, namun juga meningkatkan kualitas tenaga kerja.

"Pendekatan yang menjadi pembeda dalam upaya penanganan pengangguran berbasis individu adalah sasaran penganggur yang tidak lagi bersifat data makro atau persentase per kabupaten/kota, tetapi lebih presisi dikarenakan proses data yang dikonfirmasi perindividu (profiling) dan divalidasi oleh admin kabupaten/kota beserta admin provinsi," ucapnya.

Selain itu, proses penanganan pengangguran baru akan diasumsikan selesai apabila individu tersebut telah mempunyai rintisan usaha baru atau telah mendapatkan pekerjaan.

Terkait jumlah pengangguran terbuka terkini, saat ini pihaknya pun masih dalam tahap pengumpulan data dan verifikasi terkait jumlah pengangguran serta update kondisi perusahaan-perusahaan terkini, baik dari laporan kabupaten/kota maupun secara langsung.

Adapun target dari penanganan pengangguran berbasis data individu tersebut kata Hendra, dengan asumsi target dari upaya penanganan pengangguran berbasis data individu yaitu ada di kisaran 5,91 persen atau turun 0,84 persen dari sebelumnya.

"Diketahui, data BPS Jabar periode Agustus 2024 menyatakan TPT Jabar pada kisaran 6,75 persen atau sebanyak 1,6juta orang dengan asumsi target dari upaya penanganan pengangguran berbasis data individu, bentuk ikhtiar dari pemerintah provinsi Jawa Barat ada di kisaran 5,91 persen atau turun 0, 84 persen dari sebelumnya," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani