Disnakertrans KBB Rekomendasikan Tenaga Outsourcing ke Perusahaan, Buruh: Itu Sangat Fatal

Langkah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengeluarkan surat rekomendasi tenaga kerja outsourcing pada perusahaan membuat para buruh di KBB geram.

Disnakertrans KBB Rekomendasikan Tenaga Outsourcing ke Perusahaan, Buruh: Itu Sangat Fatal
Langkah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengeluarkan surat rekomendasi tenaga kerja outsourcing pada perusahaan membuat para buruh di KBB geram./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Langkah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengeluarkan surat rekomendasi tenaga kerja outsourcing pada perusahaan membuat para buruh di KBB geram.

Pasalnya, para buruh menilai langkah tersebut sangat fatal lantaran kondisi antara serikat pekerja dengan para pengusaha kini tengah berselisih.

Sekretaris Federasi Serikat pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Dede Rahmat mengatakan, tuntutan para buruh KBB terhadap Disnakertrans yang mengeluarkan surat rekomendasi tenaga kerja outsourcing di inti produksi sangat fatal.

"Masalah fatalnya Disnakertrans KBB mengeluarkan surat rekomendasi terhadap perusahaan untuk menggunakan tenaga kerja outsourcing," katanya.

Sementara, sambung dia, perusahaan yang diberikan rekomendasi menggunakan pekerja outsourcing tersebut tengah berselisih dengan serikat pekerja yang di mana saat ini kasusnya sedang diperiksa di Polda Jabar. 

"Bahkan DPMPT sudah mengeluarkan surat tentang penghentian pelayan publik. Sementara, Disnakertrans KBB malah merekomendasikan penggunaan tenaga kerja outsourcing," bebernya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan kecerobohan yang sangat merugikan dan fatal.

"Hal itu lantaran menggunakan tenaga kerja outsourcing di inti produksi itu tidak diperbolehkan," tuturnya.

Disisi lain, tambah dia, pihaknya tengah dihadapkan dengan persoalan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan hasil analisa pihaknya ternyata banyak impor kain barang jadi yang masuk melalui aplikasi online.

"Itu yang menjadi daya saing sangat berpengaruh terhadap kami, contoh kecil di aplikasi online kita bisa beli kaos dengan harga Rp12 ribu. Nah itu lah yang jadi daya saing yang bikin kisruh perusahan yang ada di Padalarang. Bahkan bisa gulung tikar," tandasnya.*** (agus satia negara).


Editor : JakaPermana