DPRD Kabupaten Cirebon: Kemajuan Pariwisata Butuh Komitmen Eksekutif

DPRD Kabupaten Cirebon: Kemajuan Pariwisata Butuh Komitmen Eksekutif
Saat ini, pembahasan Ripparda di DPRD Kabupaten Cirebon sudah memasuki babak akhir. Dia menyebutkan hal itu, hanya tinggal melakukan proses penyelesaian saja yakni melengkapi berkas lampiran. Yang pasti, kata dia, pembahasan regulasi pariwisata di Kota Udang pada tahun ini ditargetkan rampung. (dok)

INILAHKORAN, Cirebon - Ketua Pansus Pembahasan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) DPRD Kabupaten Cirebon Hanifah menegaskan butuh keseriusan pihak eksekutif untuk memajukan pariwisata di daerahnya.

Saat ini, pembahasan Ripparda di DPRD Kabupaten Cirebon sudah memasuki babak akhir. Dia menyebutkan hal itu, hanya tinggal melakukan proses penyelesaian saja yakni melengkapi berkas lampiran. Yang pasti, kata dia, pembahasan regulasi pariwisata di Kota Udang pada tahun ini ditargetkan rampung.

"Pembahasan aturan pariwisata itu sudah selesai. Tinggal melengkapi berkas lampiran saja," kata Hanifah di DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu 16 November 2022. 

Ia berharap, adanya Ripparda ini, nantinya berimbas positif pada pembangunan daerah. Kelengkapan regulasi itu diakuinya bisa sebagai dasar kanmendapat kucuran anggaran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 

Ketika rombongan Pansus Ripparda bertandang ke kementerian, dia mengaku saat itu muncul pengakuan cukup mengejutkan. 

"Rupanya pejabat di kita itu, tidak pernah mengusulkan ke kementerian," tambhanya. 

Untuk itu, politisi PKB itu menegaskan kalau mau ada keseriusan memajukan pariwisata di daerahnya maka berbagai upaya harus dilakukan. Komitmennya harus jelas. Nanti, setelah Ripparda dituntaskan, harus dilanjutkan dengan pembuatan master pland. Kemudian membuat DED dan kesanggupan menjalankan amanah Perda dari dinas terkait. 

"Kalau cuma ada Ripparda, tapi Pemdanya tidak mendukung, ya percuma. Tidak akan jalan. Semangatnya itu kan, kita punya pariwisata bagus. Jalan menuju daerah wisatanya bagus, sehingga menunjang pengembangan pariwisata," ujarnya. 

Sejauh ini, selama pembahasan, komitmen dinas terkait bagus. Tapi, hal itu tentunya belum cukup, ketika tidak disupport oleh pimpinan tinggi. 

"Ini bukan sebatas dinas saja. Kalau tidak diberikan peluang, ya enggak bakal bisa dong. Makanya harus bersinergi. Misalnya butuh infrastuktur, ada dari DPUTR nya, butuh keindahan wisatanya, adanya dari DLH," tukas Hanifah.*** (maman suharman)


Editor : Doni Ramdhani