Dua Sampel Makanan Hasil Uji Laboratorium Keluar, Dinkes KBB: Sebut Jenis Bakteri ini Penyebab Keracunan Massal di Lembang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan dua dari sembilan sampel makanan, termasuk air bersih hasil uji laboratorium yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, KBB telah keluar.

Dua Sampel Makanan Hasil Uji Laboratorium Keluar, Dinkes KBB: Sebut Jenis Bakteri ini Penyebab Keracunan Massal di Lembang

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan dua dari sembilan sampel makanan, termasuk air bersih hasil uji laboratorium yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, KBB telah keluar.

Berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut diketahui, dalam dua item menu makanan terdapat bakteri Salmonella Antericia.

“Belum keluar semua hasil uji lab itu, dan memang perlu waktu cukup lama agar hasilnya dapat dilihat semua," kata Kepala Dinas Kesehatan, Bandung Barat, Hernawan Widjajanto kepada wartawan.

"Namun, dari sembilan sampel makanan, sudah keluar dua. Hasilnya mengandung bakteri Salmonella Antericia,” sambungnya.

Ia menyebut, dua jenis makanan yang mengandung Salmonella Antericia itu, antara lain capcay dan sop baso yang sudah keluar hasil uji mikrobiologi positif salmonella antericia.

"Salmonella Antericia merupakan salah satu jenis spesies bakteri gram-negatif," jelasnya.

Menurutnya, bakteri Salmonella Antericia dapat mengganggu organ pencernaan manusia yang bisa menimbulkan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare.

“Salmonella Antericia adalah bakteri yang patogen terhadap manusia. Habitatnya berada pada saluran pencernaan terutama pada mukosa ileum. Namun kita pun masih menunggu hasil keseluruhannya yah, paling sekitar 10 harian untuk melihat hasilnya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan uji sampel makanan untuk penyelidikan kasus keracunan massal pada acara hajatan di Kampung Cijengkol, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang. 

Sebayak delapan sampel makanan dan 1 sampel air bersih di lokasi hajatan telah diambil. Di antaranya rolade ayam, bistik sapi, nasi putih, rujak buah, saus asam manis, kentang mustofa, capcay, sop baso, dan air bersih.

Berdasarkan informasi Dinkes KBB, hingga saat ini total warga yang terdampak keracunan acara pernikahan di Kampung Cijengkol ada 226 orang. Dari data itu jumlah yang dirawat tinggal 4 orang yakni 1 di RSUD Lembang,1 di RS Salamon, 1 di RS Advent, dan 1 orang di Puskesmas Jayagiri. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti