Ekonomi Lesu Hotel Terancam Tutup, Sejak Awal Tahun Okupansi Kurang dari 50 Persen

Okupansi hotel di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak awal hingga pertengahan tahun ini tidak ada tanda-tanda menujukkan grafik meningkat. 

Ekonomi Lesu Hotel Terancam Tutup, Sejak Awal Tahun Okupansi Kurang dari 50 Persen
Kondisi perekonomian yang sedang sulit menjadi salah satu indikator minat masyarakat untuk staycation di hotel menjadi turun. Belum lagi adanya sejumlah kebijakan yang tidak menguntungkan bagi pelaku wisata. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - okupansi hotel di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak awal hingga pertengahan tahun ini tidak ada tanda-tanda menujukkan grafik meningkat. 

Kondisi perekonomian yang sedang sulit menjadi salah satu indikator minat masyarakat untuk staycation di hotel menjadi turun. Belum lagi adanya sejumlah kebijakan yang tidak menguntungkan bagi pelaku wisata.  

"Perekonomian sedang buruk, jadi tingkat okupansi juga sedikit," kata Ketua Perhimpunan hotel dan Restoran (PHRI) KBB Eko Suprianto, Selasa 10 Juni 2025.

Berdasarkan data dari 13 hotel yang ada di bawah naungan PHRI KBB menggambarkan jika angka okupansi tamu hotel masih sangat minim. Hal ini dikhawtirkan jika terjadi terus menerus bisa membuat bisnis hotel gulung tikar. 

Eko menyebutkan, okupansi hotel di KBB selama tahun 2025 tidak terlalu menggembirakan. Seperti pada Januari  2025 hanya 48 persen, kemudian Februari 33 persen, Maret 18 persen, April 40 persen, dan Mei 37,4 persen. 

"Melihat angka kunjungan itu masih kurang bagus, tapi alhamdulillah," tutur owner dari objek wisata Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang ini. 

Menurutnya, jika biasanya pada momen libur panjang atau hari besar cuti bersama angka okupansi hotel penuh. Berbeda dengan tahun ini, ketika ada beberapa momen libur panjang tidak serta merta membuat okupansi hotel naik. 

Dia mencontohkan, pada momen libur panjang pekan lalu yang bertepatan dengan libur Kenaikan Isa Almasih tidak ada okupansi hotel yang mencapai 100 persen. Yakni di tanggal 28 Mei rata-ratanya hanya 24,3 persen, 29 Mei 77,8 persen, 30 Mei 84,5 persen, dan 31 Mei okupansinya 67,2 persen. 

"Ya tidak seperti dulu kalau libur panjang hotel pasti rame, kalau sekarang berat. Jangankan 100 persen, okupansi sudah bisa 90 persen saja sudah bagus," sebutnya.

Anggota PHRI KBB Librantara mengakui minimnya tamu hotel salah satunya karena kunjungan wisatawan ke KBB sepanjang tahun ini juga turun. 

Adanya efesiensi anggaran, larangan study tour hingga penurunan daya beli masyarakat berperan signifikan terhadap kunjungan wisatawan.

"Sejak awal tahun penurunan kunjungan wisatawan ke KBB cukup terasa, makanya okupansi hotel menyisakan sekitar 30 persen. Bagi pengusaha ini berat dan bisa terjadi PHK, meski saya berharap tidak terjadi," ucapnya. 


Editor : Doni Ramdhani