Fabregas Soal Uang Pemilik Indonesia

Fabregas Soal Uang Pemilik Indonesia

Oleh: Bsafaat

CESC Fabregas menjawab langsung anggapan bahwa lonjakan prestasi Como lebih disebabkan kucuran dana pemilik asal Indonesia ketimbang kualitas kepelatihannya. Menurutnya, angka pengeluaran bukan ukuran yang tepat.

Pelatih asal Spanyol itu berbicara kepada majalah La Gazzetta dello Sport setelah membawa Como dari Serie B ke pentas Liga Champions hanya dalam tiga tahun.

Como saat ini masih dimiliki oleh Djarum Group melalui perusahaan investasi asal London, SENT Entertainment, faktor yang membuat kiprah klub kecil dari kawasan danau di Lombardia itu selalu punya nilai berita tersendiri bagi pembaca Tanah Air.

Fabregas tidak menyangkal adanya belanja besar. Namun ia menempatkannya dalam perbandingan.

“Benar bahwa Como mengeluarkan uang, tetapi pertumbuhan klub ini berjalan dengan kecepatan yang terus terang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Ia lalu menyodorkan dua contoh. “Paris Saint-Germain menghabiskan ratusan juta dan menunggu 15 tahun sebelum memenangi Liga Champions, sementara Arsenal harus menunggu tujuh tahun untuk juara Premier League. Saya tidak melihat berapa uang yang dibelanjakan, melainkan bagaimana mengeluarkan yang terbaik dari skuad dan tiap individu.” Fabregas juga membuka data yang jarang disorot.

“Adil juga untuk mengatakan bahwa tagihan gaji kami tidak besar. Ada delapan atau sembilan tim di liga ini dengan pengeluaran gaji lebih tinggi daripada kami.” Artinya, dari 20 klub Serie A, Como bahkan tidak masuk sepuluh besar dalam urusan belanja gaji.

Keberhasilan itu membuat Fabregas menjadi incaran.

Dalam 12 bulan terakhir, ia dilaporkan didekati Inter, Milan, Napoli, dan Roma yang menjajaki ketersediaannya.

“Ketika saya membuat keputusan, saya tidak mengubahnya, jadi saya memang tidak mungkin meninggalkan Como,” ujarnya.

Ia menjelaskan alasan tetap menerima pembicaraan dengan klub lain. “Saya sangat jelas kepada Presiden saya. Saya mendengarkan pihak lain sebagai bentuk penghormatan, karena itu juga memberi saya kesempatan menjelaskan alasan saya.” (bsf )


Editor : Inilahkoran