Gaji Petugas Kebersihan Dipangkas 50 Persen, Puluhan Pegawai Datangi Kantor UPT Kebersihan KBB
Lantaran gaji petugas kebersihan dipangkas 50 persen, puluhan petugas kebersihan mendatangi kantor UPT Kebersihan KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Lantaran gaji petugas kebersihan dipangkas 50 persen, puluhan petugas kebersihan mendatangi kantor UPT Kebersihan KBB.
Salah seorang petugas kebersihan KBB, Sandi mengatakan bersama rekan-rekannya sengaja mendatangi pejabat pemegang kebijakan untuk mempertanyakan adanya kebijakan gaji petugas kebersihan dipangkas 50 persen pada Oktober dan November 2022.
Tak hanya kecewa lantaran gaji petugas kebersihan dipangkas 50 persen, puluhan petugas kebersihan itu pun menuntut kepastian alokasi dana BBM untuk kendaraan pengangkut sampah di KBB.
"Kita bukan demo hanya meminta kejelasan pejabat UPT Kebersihan tentang pengurangan gaji Oktober-November serta uang BBM kendaraan pengangkut sampah," katanya kepada wartawan, Kamis 24 November 2022.
Semula, jelas dia, nominal gaji para petugas kebersihan sebesar Rp3 juta. Namun, secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemberitahuan kepada pegawai gaji berkurang menjadi Rp1,5 juta.
"Selain itu, ketersediaan biaya BBM untuk truk juga tak ada, sehingga terpaksa harus merogoh kocek sendiri," jelasnya
Dia menyebut, pemangkasan gaji pada bulan Oktober dan November 2022 tersebut terjadi kepada sekitar 285 pegawai di UPT Kebersihan KBB.
Menurutnya, jumlah tersebut terdiri dari sopir dan kernet truk sampah, penyapu jalan, pengemudi motor roda tiga, petugas keamanan, penjaga TPA, petugas pengawas lapangan, dan staf.
"Tadi sudah dibicarakan dengan pejabat UPT. Intinya kalau untuk sopir dan kernet nominalnya gaji pokok tetap Rp1,5 juta," jelasnya yang juga sopir truk pengangkut sampah ke TPA Sarimukti.
Di tempat yang sama, petugas keamanan di UPT Kebersihan KBB, Dudi mengaku pasrah dengan adanya kebijakan pemangkasan gaji tersebut.
Ia menilai, kebijakan tersebut sudah diputuskan final oleh TAPD Bandung Barat kepada seluruh honorer.
"Yah sudah dua bulan gajinya tiba-tiba turun. Katanya ada pengurangan anggaran dari Pemda. Mau gimana lagi, saya cuma pasrah," pungkasnya.***(agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

