Gema Tunas V 2026, 20 Peserta dari KBB Unjuk Potensi Pendidikan Nonformal di Cianjur
Sebanyak 20 peserta didik mewakili Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Gema Tunas V.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 20 peserta didik mewakili Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Gema Tunas V bagi Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Jawa Barat Tahun 2026.
Kontingen yang terdiri dari 10 peserta laki-laki dan 10 perempuan ini siap bersaing sekaligus berjejaring dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat dalam kegiatan yang digelar di Sarongge Valley Camping Ground, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Mengusung tema "Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru", kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, namun menjadi wadah pengembangan karakter dan keterampilan menyeluruh.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Nonformal (PAUDNF) Dinas Pendidikan KBB Makhatir Muhammad menjelaskan, pengiriman delegasi ini merupakan wujud nyata komitmen memberikan ruang yang setara bagi jalur pendidikan nonformal untuk berkembang.
“Keikutsertaan 20 peserta dari Kabupaten Bandung Barat ini merupakan bagian dari upaya kami memberikan ruang kepada peserta didik pendidikan nonformal untuk mengembangkan potensi, bakat, dan keterampilan yang mereka miliki,” kata Makhatir, Sabtu (19/9/2026).
Makhatir menjelaskan, Gema Tunas V dirancang untuk membangun kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta mempererat silaturahmi antarpeserta lintas daerah. Ia berharap, pengalaman ini dapat membentuk pribadi yang kreatif, mandiri dan disiplin.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peserta didik untuk semakin kreatif, mandiri, disiplin, dan percaya diri," jelasnya.
"Selain itu, mereka juga bisa membangun silaturahmi dengan peserta SKB dan PKBM dari kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat,” sambungnya.
Secara substansial, terang Makhatir, kegiatan ini mengintegrasikan nilai-nilai karakter, seperti kebersamaan, gotong royong, sportivitas, tanggung jawab, hingga jiwa kepemimpinan. Peserta tidak hanya dihadapkan pada lomba, tetapi juga serangkaian aktivitas yang bersifat edukatif, rekreatif, dan membangun keterampilan hidup.
"Ajang ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Bupati Cianjur, jajaran Forkopimda Cianjur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, hingga para pengelola lembaga pendidikan nonformal," terangnya.
Makhatir berharap agar Gema Tunas V tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, namun menjadi momentum penguatan sinergi antarlembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara SKB, PKBM, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan nonformal di Jawa Barat," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

