Hampir Dua Pekan Ditutup, Pengelola Lembang Park and Zoo Akui Alami Kerugian
Hampir dua pekan pengelola objek wisata Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak beroperasi usai seekor macan tutul titipan BBKSDA Jawa Barat kabur dari kandang karantina.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Hampir dua pekan pengelola objek wisata Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak beroperasi usai seekor macan tutul titipan BBKSDA Jawa Barat kabur dari kandang karantina.
Imbas penutup objek wisata yang mengusung konsep Bavaria itu berdampak pada finasial usaha dan ekonomi tenaga kerja.
“Kalau ditanya soal kerugian, memang signifikan sekali. Tetapi, fokus kami saat ini adalah menanggulangi insiden ini dengan sebaik mungkin,” kata Humas Wisata Lembang Park and Zoo, Miftah Setiawan.
Lantaran operasional yang terhenti, ungkap Miftah, sejumlah pekerja terpaksa dirumahkan sementara. Namun, kebijakan ini bersifat sementara hingga kebun binatang kembali dibuka.
“Begitu buka, mereka akan kembali bekerja seperti biasa,” ujarnya.
Tak cuma itu, imbas penutupan selama hampir dua pekan membuat Lembang Park and Zoo kehilangan libur panjang Maulid Nabi (5–7 September 2025). Padahal, biasanya ramai pengunjung, tapi terpakasa terlewat dan tanpa pemasukan sama sekali.
"Jadi, kemarin itu yang seharusnya ramai saat libur panjang kemarin, justru sebaliknya tidak pemasukan," ucapnya.
Selama ditutup, kata Miftah, untuk seluruh perawatan satwa tetap berjalan normal. Bahkan, tidak ada yang dikurangi.
Menurutnya, semua hewan tetap mendapat perhatian seperti biasa. Namun, terkait pencarian macan tutul, status kini berubah menjadi pemantauan.
“Kami pastikan macan tutul itu sudah tidak ada di area Wisata Lembang Park & Zoo, berdasarkan temuan jejak yang mengarah keluar. Kini tim fokus pelacakan di luar area,” katanya.
Terpisah, Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya mengungkapkan, bahwa penyisiran terus dilakukan di dalam Wisata Lembang Park & Zoo, hingga ke kawasan hutan lindung Gunung Tangkuban Parahu dan Burangrang, sesuai hasil pantauan drone thermal.
“Kami lakukan penyisiran malam sejak 28 Agustus hingga kini, mulai pukul 8 malam sampai 2 dini hari. Jejak terakhir, macan tutul terpantau mengarah ke kawasan hutan lindung,” tegas Eri.***
Editor : JakaPermana


