Heboh Tarif Pantai Sayang Heulang Garut Terungkap Lantaran Minim Sosialisasi

Kehebohan dugaan pungutan liar (pungli) di destinasi wisata Pantai Sayang Heulang saat libur Lebaran 2026 akhirnya terjawab.

Heboh Tarif Pantai Sayang Heulang Garut Terungkap Lantaran Minim Sosialisasi
istimewa

INILAHKORAN.ID - Kehebohan dugaan pungutan liar (pungli) di destinasi wisata Pantai Sayang Heulang saat libur Lebaran 2026 akhirnya terjawab. Pemerintah memastikan tidak ada pelanggaran tarif, melainkan persoalan teknis dan lemahnya komunikasi di lapangan.

Isu ini mencuat setelah beredarnya informasi di media sosial yang menyebut wisatawan membayar Rp45 ribu, namun hanya menerima karcis Rp15 ribu. Narasi tersebut sempat memicu kecurigaan adanya praktik pungli di lokasi wisata favorit di Kabupaten Garut tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan menegaskan, hasil penelusuran menunjukkan tidak ada pelanggaran dalam penarikan biaya kepada pengunjung.

“Artinya, tidak ada pungutan liar. Nominal yang dibayarkan wisatawan sudah sesuai dengan ketentuan tarif yang berlaku,” ujar Iendra, Minggu 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tarif resmi selama masa puncak kunjungan Lebaran ditetapkan sebesar Rp20 ribu per orang. Kasus yang viral terjadi saat dua wisatawan yang datang dengan satu sepeda motor dikenakan biaya tiket Rp40 ribu ditambah parkir Rp5 ribu, sehingga totalnya Rp45 ribu, angka yang sesuai dengan aturan.

Sumber persoalan ternyata terletak pada keterbatasan karcis. Saat itu, stok karcis dengan nominal Rp20 ribu habis, sehingga petugas menggunakan karcis Rp15 ribu sebagai pengganti agar pengunjung tetap memperoleh bukti pembayaran.

Situasi ini diperparah oleh kurangnya penjelasan dari petugas kepada wisatawan. Akibatnya, selisih nominal pada karcis dan jumlah pembayaran memicu persepsi negatif yang kemudian viral di media sosial.

Sisi lain, pengelolaan objek wisata yang saat ini ditangani oleh aparat desa setempat turut memengaruhi kesiapan operasional, terutama dalam menghadapi lonjakan wisatawan saat musim liburan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari kesiapan logistik seperti karcis hingga peningkatan kapasitas petugas dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada pengunjung.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga citra pariwisata Jawa Barat sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan tetap terjaga, khususnya di destinasi unggulan seperti Pantai Sayang Heulang.***


Editor : JakaPermana