Jejak Merah Sungai Cihaur

Jejak Merah Sungai Cihaur
TERCEMAR LIMBAH: Kondisi Sungai Cihaur Padalarang terlihat tercemar sehingga mengalami perubahan warna dan berbusa.

INILAH, Bandung - Air Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, tak lagi terlihat seperti biasanya. Warnanya berubah merah, busa mengambang di permukaan, sementara bau menyengat menguar dari aliran sungai.

Kondisi itu membuat warga khawatir. Terlebih, sebuah saluran berukuran besar yang tertanam di bawah tanah terlihat mengalirkan cairan berwarna merah langsung ke badan sungai.

Pantauan pada Jumat (7/8) menunjukkan aliran tersebut bukan hanya berubah warna. Cairan yang masuk ke sungai juga menghasilkan busa dan menimbulkan aroma tidak sedap. Warga bahkan menyebut air yang keluar dari saluran terkadang terasa panas hingga terlihat seperti mengepulkan uap.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat sekitar. Populasi ikan disebut terus menurun. Petani juga mulai waswas menggunakan air sungai untuk mengairi tanaman.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat kini bersiap turun tangan. Tim pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) akan diterjunkan untuk memeriksa kondisi sungai sekaligus menelusuri sumber dugaan pencemaran.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bandung Barat Ilmi Royan Galih Surya mengatakan pihaknya baru mengetahui kondisi tersebut dan belum menerima pengaduan resmi.

“Saya terus terang baru tahu, memang belum ada pengaduan masuk, tetapi kami pastikan akan mengirimkan tim pengawas untuk bisa ke lokasi guna memetakan,” katanya di Bandung Barat, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (9/8).

Pemetaan menjadi langkah awal untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di Sungai Cihaur. Pemeriksaan lapangan juga diperlukan untuk mengetahui sumber cairan yang masuk ke aliran sungai dan dampaknya terhadap lingkungan.

“Nanti dari hasil pemetaan oleh tim pengawas PPLH, kami akan coba lakukan tindakan berupa pengawasan atau pembinaan kepada pelaku kegiatan diduga melakukan pencemaran,” katanya. (gin)


Editor : Inilahkoran