Kab Bandung Bakal Kedatangan 20 Ribu Tamu Saat Perhelatan CSS XXI 2023
Pertemuan dalam CSS XXI 2023 tersebut, bertujuan untuk melihat kondisi faktual ketersediaan lingkungan sehat, bersih dalam sanitasi air bersih dan air kotor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang - City Sanitation Summit (CSS) XXI 2023, yang akan digelar di Kabupaten Bandung pada 14-16 Juni di mendatang, adalah ajang pertemuan para kepala daerah se- Indonesia.
Pertemuan dalam CSS XXI 2023 tersebut, bertujuan untuk melihat kondisi faktual ketersediaan lingkungan sehat, bersih dalam sanitasi air bersih dan air kotor.
"Bagaimana pengadaan air bersih, yang difasilitasi melalui SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) untuk sambungan air bersih ke masing-masing rumah. Ini yang akan menjadi salah satu pembahasan dalam CSS XXI 2023 di Kabupaten Bandung," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna belum lama ini.
Menurut Dadang, untuk sanitasi air kotor, dibangun septic tank komunal atau gabungan untuk memfasilitasi masyarakat di satu RW.
"Dengan adanya kegiatan CSS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi nantinya akan kedatangan tamu sekitar 20.000 orang dari berbagai kota dan kabupaten," ujarnya.
Dadang juga berusaha untuk mengoptimalkan peranan OPD yang ada lingkungan Pemkab Bandung.
"Menjelang CSS ini semua persiapan kami genjot, harus matang persiapannya. Jangan sampai ada kegiatan nasional yang masyarakat belum tahu. Masyarakat harus bisa menerima manfaat dari kegiatan CSS ini," katanya.
Dadang menjelaskan, bahwa akses masyarakat terhadap air bersih di Kabupaten Bandung sudah mencapai 87 persen. Untuk mencapai 100 persen akses air bersih itu, nantinya PDAM bisa memfasilitasi kebutuhan air bersih masyarakat dengan cara membangun infrastruktur di titik lokasi sumber air bersih. Diantaranya di kawasan Kecamatan Kertasari dan Sinumbra di Kecamatan Rancabali untuk akses kebutuhan air bersih masyarakat tersebut.
"Bagi masyarakat yang ada di pedalaman atau di perkampungan yang mengalami kesulitan air bersih secara bertahap sudah difasilitasi melalui pemasangan SPAM dengan sambungan air ke 100-200 rumah," ujarnya.
Dadang melanjutkan, salah satu kecamatan yang menjadi perhatiannya adalah Pangalengan. Karena meskipun dataran tinggi, namun masih ada beberapa tempat yang kekurangan air bersih. Salah satu inovasi yang dilakukan di Pangalengan, yakni dengan membuat daerah resapan penampung air.
"Air itu tidak langsung masuk ke selokan, tetapi ditampung dalam sebuah resapan yang nantinya bisa digunakan untuk persediaan air bersih," katanya.
Dadang juga berharap, ketersediaan air bersih di Kabupaten Bandung bisa mencapai 100 persen. Termasuk ketersediaan sanitasi air kotornya.
"Ini juga harus benar-benar dipikirkan, nanti para Kades bisa mengusulkan rencana pembangunan dari mulai tingkat RT, RW, Dusun, Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Kalau ini sudah menjadi perencanaan pembangunan di masing-masing RT, RW, Dusun dan Desa, saya kira ini menjadi suatu prioritas," kata Dadang.(rd dani r nugraha).
Editor : Ahmad Sayuti
