Karhutla di Jabar Meningkat Jadi 46 Kejadian, BPBD: 53 Hektare Lahan Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat peningkatan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.

Karhutla di Jabar Meningkat Jadi 46 Kejadian, BPBD: 53 Hektare Lahan Terdampak
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat peningkatan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau 2026.

Jika pada awal Juli hanya tercatat 14 kejadian, hingga Minggu (26/7/2026) jumlah laporan karhutla telah meningkat menjadi 46 kejadian.

Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi kejadian sejak awal tahun yang mengalami lonjakan cukup tajam sepanjang Juli.

"Total terdampaknya ini ada 53 hektare," ujar Hadi saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, karhutla telah terjadi di sedikitnya 14 kabupaten di Jawa Barat. Sejumlah daerah yang sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran lahan di antaranya Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Purwakarta, Subang, hingga Kota Bandung.

Meningkatnya kejadian tersebut sejalan dengan kondisi cuaca yang semakin kering akibat musim kemarau. Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam memanfaatkan lahan, terutama menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kita juga berharap masyarakat, dalam hal di kondisi lapangan itu kita menjaga ya kondisi kondusifitas kaitan dengan pemanfaatan lahan. Ini juga penting karena sekarang ini sudah mulai terjadi di beberapa wilayah kebakaran lahan," katanya.

Hadi menegaskan masyarakat tidak boleh membakar sampah di area terbuka karena api dapat dengan mudah merambat ke lahan warga maupun kawasan yang lebih luas.

"Sehingga perlu diantisipasi, misalnya jangan membakar sampah di lahan-lahan terbuka. Itu juga penting menghindari kebakaran di lahan-lahan yang terbuka yang berdekatan dengan lahan masyarakat yang menyebabkan kebakaran lahan," ujarnya.

Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menjadi pemicu munculnya titik api.

"Buang sampah juga jangan sembarangan dan selalu saling berkomunikasi," ucap Hadi.

Di tengah meningkatnya ancaman karhutla dan kekeringan, BPBD Jawa Barat meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun wilayah yang mulai terdampak kekeringan. Pelaporan sejak dini dinilai sangat penting agar petugas dapat melakukan penanganan cepat sebelum kebakaran meluas.

"Dan memang yang kita imbau kalau misalnya memang terjadi, bisa juga masyarakat melaporkan ke BPBD setempat untuk kita lakukan respons cepat terkait dengan kejadian, baik kekeringan ataupun kebakaran hutan dan lahan," tandasnya.***


Editor : JakaPermana