Keluarga Korban Jiwa Maut Parungpanjang Bakal Terima Uang Duka dari Pemprov Jawa Barat

Walaupun dianggap telat, Pemprov Jawa Barat akan memberikan ganti rugi atau uang duka kepada korban kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian dalam pengelolaan jalan dan karena kelalaian pengemudi truk tambang.

Keluarga Korban Jiwa Maut Parungpanjang Bakal Terima Uang Duka dari Pemprov Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi/Rez Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor - Walaupun dianggap telat, Pemprov Jawa Barat akan memberikan ganti rugi atau uang duka kepada korban kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian dalam pengelolaan jalan dan karena kelalaian pengemudi truk tambang.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, dampak usaha tambang di Kecamatan Parungpanjang, Rumpin dan Cigudeg menjadi jalur neraka karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas antara pengendara motor, pejalan kaki dengan kendaraam truk khusus tambang.

"Untuk warga korban korban kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian dalam pengelolaan jalan dan karena kelalaian pengemudi truk tambang, akan kami berikan uang duka sebesar Rp 50 hingga 100 juta," ujar Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi kepada wartawan, di Hotel Alana Sentul usai Rapat Kordinasi Penanganan Kerusakan Jalan Parungpanjang, Rabu, 12 Februari 2025.

Dedi Mulyadi menuturkan bahwa korban kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian dalam pengelolaan jalan dan karena kelalaian pengemudi truk tambang yang akan mendapatkan uang duka dari 6 tahun ke belakang hingga saat ini.

"Ada 149 keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian dalam pengelolaan jalan dan karena kelalaian pengemudi truk tambang yang akan mendapatkan uang duka dari Pemprov Jawa Barat," tutur Dedi Mulyadi.


Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menjelaskan selain karena kelalaian pengemudi truk khusus tambang, penyebab lain kecelakaan karena rusaknya jalan di Kecamatan Parungpanjang, Rumpin dan Cigudeg.

"Selama 18 bulan saya bertugas di Polres Bpgor, hampir 100 orang yang meninggal dunia akibat kelalaian pengemudi truk khusus tambang, karena rusaknya jalan, muatan lebih, sempitnya jalan dan tidak adanya lampu penerangan jalan umum. Oleh karena itu, rakyat Kabupaten Bogor membutuhkan Pemprov Jawa Barat membenahi permasalahan ini hingga tidak jatuh korban jiwa atau luka lagi," jelas AKBP Rio Wahyu Anggoro.***


Editor : JakaPermana