Kepincut Etos Kerja Pelaut

REPUTASI positif Pekerja Migran Indonesia (PMI) pelaut Kabupaten Cirebon diapresiasi Asosiasi Shipping Korea Selatan

Kepincut Etos Kerja Pelaut
PENGHARGAAN: Perwakilan Asosiasi Shipping Korea Selatan bersama sejumlah pemilik kapal saat berkunjung ke Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon untuk membahas peluang kerja PMI pelaut asal Cirebon.

Oleh : Maman Suharman

REPUTASI positif Pekerja Migran Indonesia (PMI) pelaut Kabupaten Cirebon diapresiasi Asosiasi Shipping Korea Selatan wilayah selatan beserta sejumlah pemilik kapal.

Penghargaan tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Kabupaten Cirebon untuk melihat langsung sistem pelatihan calon pelaut yang diselenggarakan LPK GNM Shipping Marindo.

Kunjungan tersebut diterima Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon bersama Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja beserta jajaran, mewakili Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon mengatakan Novi Hendrianto mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa etos kerja PMI pelaut asal Cirebon mendapat pengakuan dari pengguna jasa di Korea Selatan.

“Etos kerja pelaut asal Kabupaten Cirebon yang dikenal ulet dan disiplin menjadi modal besar untuk membuka peluang kerja yang lebih luas di Korea Selatan,” kata Novi, Minggu (26/7).

Menurutnya, rombongan dari Korea Selatan ingin melihat secara langsung proses pelatihan yang diberikan kepada calon PMI pelaut di LPK GNM Shipping Marindo.

Hal itu karena sebagian besar pelaut asal Kabupaten Cirebon yang bekerja di wilayah tersebut dinilai memiliki kinerja yang baik.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Ketenagakerjaan bersama LPK GNM Shipping Marindo akan memetakan calon tenaga kerja dari keluarga nelayan, khususnya masyarakat pesisir dengan kategori desil 1 hingga 5, untuk dipersiapkan bekerja sebagai PMI pelaut di Korea Selatan.

“Kami akan memetakan anak-anak nelayan yang memiliki pengalaman melaut agar dapat difasilitasi bekerja secara legal sebagai PMI pelaut di Korea Selatan,” ucapnya.

Disnaker juga menegaskan seluruh proses penempatan harus melalui jalur resmi, baik melalui perusahaan manning agency yang terdaftar di Kementerian Perhubungan maupun Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terdaftar di KP2MI.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin perlindungan pekerja selama bekerja di luar negeri.

“Seluruh penempatan PMI harus melalui jalur resmi agar perlindungan pekerja selama bekerja di luar negeri dapat terjamin,” jelas Novi.

Selain itu, peluang menjadi PMI pelaut di Korea Selatan tidak mensyaratkan pendidikan tinggi. Calon pekerja cukup memiliki pengalaman melaut yang dibuktikan dengan surat keterangan, kemampuan dasar bahasa Korea, serta sertifikat kompetensi pelaut.

“Untuk menjadi PMI pelaut di Korea Selatan tidak harus berpendidikan tinggi. Yang terpenting memiliki pengalaman melaut, kemampuan dasar bahasa Korea, dan sertifikat kompetensi pelaut,” ungkapnya.

Novi berharap, meningkatnya kepercayaan dari perusahaan pelayaran Korea Selatan dapat membuka kuota yang lebih besar bagi pencari kerja asal Kabupaten Cirebon.

Tujuannya, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus mendorong peningkatan devisa melalui remitansi para PMI “Kami berharap kepercayaan ini membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Cirebon di Korea Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sementara itu, Direktur Utama PT GNM Shipping Marindo, H Warno SPd menilai penghargaan dari agency Korea menjadi bukti nyata bahwa pelaut asal Cirebon memiliki kualitas yang diakui dunia.

Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelaut Indonesia mampu bersaing dengan tenaga kerja maritim dari berbagai negara.

H Warno mengatakan Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar di sektor kelautan.

Banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada dunia maritim, sehingga peningkatan kualitas SDM pelaut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.

Ia menegaskan PT GNM Shipping Marindo akan terus berkomitmen memberikan pendampingan, pelatihan, serta membuka akses kerja sama dengan berbagai perusahaan pelayaran internasional agar semakin banyak pelaut asal Cirebon memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri. (bsf)


Editor : Inilahkoran