Kesal Papan Larangan Buang Sampah Tak Digubris, Warga Desa Sariwangi Minta Pemerintah Segera Angkut
Keberadaan papan larangan membuang sampah di Tanjakan Endog RW 09 dan jalan terusan menuju kawasan Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak digubris warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Keberadaan papan larangan membuang sampah di Tanjakan Endog RW 09 dan jalan terusan menuju kawasan Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak digubris warga.
Imbasnya, sampah di dua lokasi tersebut kian menumpuk dan membuat warga geram lantaran dampak berupa bau yang menyengat serta pencemaran mata air di kawasan tersebut.
"Pengangkutan sampah di lokasi tersebut sangat jarang dilakukan. Bahkan warga terpaksa membuat papan larangan buang sampah secara mandiri karena sudah tak tahan dengan bau menyengat yang ditimbulkan," kata Hendi (34) warga Desa Sariwangi, Senin 28 April 2025.
Sepengetahuannya, jelas Hendi, pengangkutan sampah dilakukan dengan motor roda tiga sebulan sekali. Menurutnya, tumpukan sampah tersebut berada di bawah pohon bambu yang sudah dipasangi papan larangan buang sampah.
"Itu kan warga yang bikin, soalnya udah geram. Bau busuk menyengat, apalagi kalau hujan datang pasti sampah luber ke jalanan," jelasnya.
Ditanya siapa pihak yang bertanggung jawab untuk mengangkut sampah tersebut, Hendi mengaku tak tahu menahu.
"Kurang tahu pasti dari mana, soalnya kalau motor pengangkut ke sini juga jarang banget," ucapnya.
Warga lainnya, Wina (25) mengaku bau busuk dari tumpukan sampah sangat mengganggu konsentrasi saat berkendara, terutama saat hujan.
"Kadang kalau hujan itu bau nyengat sekali, jadi nggak fokus. Mana jalannya gelap dan rusak juga, jadi takut," ungkap mahasiswi ini.
Biasanya, ungkap Wina, dirinya kerap melewati Tanjakan Endog, namun karena macet dan kondisi lingkungan yang tidak nyaman dirinya pun mencoba rute alternatif yang ternyata juga tak kalah parah.
"Biasanya lewat Tanjakan Endog, cuma sering macet dan juga ada sampah itu. Jadi saya terpaksa mutar, tapi ternyata di sini sama parahnya juga," ungkapnya.
Wina berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah nyata mengatasi persoalan sampah yang sudah berlangsung lama tersebut.
Tak cuma itu, dirinya juga meminta adanya perbaikan penerangan jalan dan perbaikan jalan rusak di sekitar lokasi TPS liar.
"Jadi kalau lewat sini nggak takut lagi. Soalnya udah mah gelap, jalannya rusak lagi," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


