Klaim Vaksin TBC Picu Autisme di Vietnam? Cek Faktanya di Sini

Sebuah unggahan di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) menghebohkan warganet setelah menarasikan bahwa angka autisme di Vietnam melonjak tajam usai peluncuran vaksin TBC

Klaim Vaksin TBC Picu Autisme di Vietnam? Cek Faktanya di Sini

INILAHKORAN -  Sebuah unggahan di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) menghebohkan warganet setelah menarasikan bahwa angka autisme di Vietnam melonjak tajam usai peluncuran vaksin tuberkulosis (TBC) yang disebut-sebut dikembangkan oleh perusahaan milik filantropis asal Amerika Serikat, Bill Gates. Namun, klaim tersebut telah dipastikan tidak benar dan tidak didukung oleh bukti ilmiah.

Dalam unggahan tersebut, ditampilkan video seorang pria yang sebenarnya merupakan cuplikan dari film dokumenter kontroversial Vaxxed: From Cover-up to Catastrophe yang dirilis pada 2016. Video tersebut tidak berkaitan dengan vaksin TBC, dan tidak menyebut perusahaan milik Bill Gates.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“ANGKA AUTISME DI VIETNAM MELONJAK SETELAH PELUNCURAN vaksin BUATAN Bill Gates
ANGKA AUTISME DI VIETNAM MELONJAK SETELAH PELUNCURAN vaksin Bill Gates
Autisme belum ada sejak tahun 1975, di tahun 200-2001. Gates Fondation meluncurkan program vaksinasi di Vietnam. Dan, Vienam memiliki peringkat lebih dari 300% autisme.”

Menurut penelusuran tim cek fakta AFP, Vietnam sejauh ini tidak memiliki data resmi nasional mengenai prevalensi autisme. Studi terakhir pada 2019 mencatat sekitar 0,75 persen anak usia 18–30 bulan di Vietnam berada dalam spektrum autisme. Kenaikan angka ini lebih disebabkan oleh peningkatan kesadaran masyarakat, metode diagnosis yang semakin akurat, serta akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik — bukan karena vaksinasi.

Sebelumnya, pada awal Mei 2025, Bill Gates mengunjungi Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik yang dibahas adalah uji klinis vaksin TBC M72 yang sedang dikembangkan perusahaannya. Indonesia dipilih sebagai lokasi uji coba karena memiliki beban kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, dengan angka kematian mencapai 100.000 jiwa setiap tahunnya. Selain itu, uji coba ini juga membuka peluang kerja sama produksi vaksin dengan Bio Farma.

Klaim yang mengaitkan vaksin dengan autisme bukan hal baru. Menurut situs VaccinesToday, narasi ini berasal dari sebuah studi palsu yang diterbitkan oleh Andrew Wakefield pada 1998. Studi tersebut telah ditarik dan didiskreditkan oleh komunitas ilmiah internasional. Sejak itu, berbagai penelitian berskala besar tidak menemukan adanya hubungan kausal antara vaksinasi dan autisme.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjelaskan bahwa autisme adalah kondisi neurologis seumur hidup yang biasanya terdeteksi sejak anak-anak. Autisme tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, ras, atau status sosial ekonomi, dan mereka yang berada dalam spektrum autisme menunjukkan pola interaksi, belajar, dan komunikasi yang berbeda-beda.

Dengan demikian, informasi yang mengaitkan vaksin TBC dengan lonjakan kasus autisme di Vietnam merupakan hoaks dan berpotensi menyesatkan publik. Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu kesehatan publik.


Editor : Firda Rachmawati