KPU Kota Cimahi Sebut Jumlah Pemilih di Kota Militer Naik Jadi 431 Ribu
KPU Kota Cimahi menyebut tahapan resmi masih menunggu kepastian dari revisi UU Pemilu dan peraturan turunan lainnya yang sedang disusun di tingkat pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persiapan teknis penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2029 di Kota Cimahi belum dapat dimulai secara penuh.
KPU Kota Cimahi menyebut tahapan resmi masih menunggu kepastian dari revisi UU Pemilu dan peraturan turunan lainnya yang sedang disusun di tingkat pusat.
Kendati demikian, pihaknya tetap bergerak dengan dua kegiatan utama, yaitu pemutakhiran data pemilih dan pendidikan politik bagi masyarakat.
Ketua KPU Kota Cimahi Anzhar Ishal Afryand menjelaskan, hingga saat ini belum ada petunjuk pasti terkait jadwal dan mekanisme pemilihan mendatang, sehingga membuat tahapan inti belum bisa dilaksanakan.
Namun sebagai persiapan awal, KPU terus melakukan pembaruan data pemilih secara berkala setiap tiga bulan sekali guna memastikan datanya akurat dan terkini.
“Secara tahapan resmi kita masih menunggu hasil revisi Undang-Undang Pemilu. Belum ada aturan baku yang bisa menjadi acuan utama. Namun, kami tidak berdiam diri," kata Anzhar saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
"Kegiatan yang berjalan saat ini hanyalah pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan dan sosialisasi pendidikan politik, baik melalui media sosial maupun saluran informasi lainnya,” sambungnya.
Berdasarkan data terbaru yang telah disahkan pada triwulan pertama tahun 2026, sambung Anzhar, jumlah pemilih di Kota Cimahi mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan periode pemilihan sebelumnya.
"Jika pada DPT (Daftar pemilih Tetap) terakhir tercatat sekitar 416 ribu orang, kini jumlahnya telah bertambah menjadi 431.752 pemilih. Rinciannya terdiri dari 213.172 pemilih laki-laki dan 218.580 pemilih perempuan," sambungnya.
Anzhar menjelaskan, angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui hingga nanti ditetapkan menjadi Daftar pemilih Tetap resmi saat tahapan pemilihan dimulai.
"Kenaikan jumlah ini sebagian besar disumbang oleh masuknya pemilih pemula yang telah memenuhi syarat usia," sambungnya.
Menyikapi bertambahnya jumlah pemilih baru tersebut, ungkap Anzhar, KPU Kota Cimahi gencar melakukan edukasi politik agar generasi muda memahami hak dan kewajibannya.
Menurutnya, berbagai metode diterapkan, mulai dari pertemuan langsung dengan pengurus OSIS sekolah, diskusi kelompok, hingga konten edukasi dalam bentuk podcast dan media sosial.
“Kami ingin memastikan pemilih pemula ini tidak hanya terdaftar, tetapi juga memahami pentingnya menggunakan hak pilihnya secara bijak dan cerdas," katanya.
"Pendidikan politik ini bertujuan agar mereka paham dampak dari setiap pilihan yang diambil, sehingga partisipasi pada 2029 nanti benar-benar berkualitas,” jelasnya.
Dengan masih adanya ketidakpastian regulasi, sambung Anzhar, KPU Kota Cimahi berkomitmen terus memantau perkembangan aturan dari pemerintah pusat dan DPR.
"Sekaligus memastikan data pemilih tetap akurat dan masyarakat semakin siap menghadapi pesta demokrasi berikutnya," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


