Mendagri Minta Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pemprov Jabar Siap Eksekusi

Pemprov Jabar merespons instruksi Mendagri Tito Karnavian terkait penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. 

Mendagri Minta Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pemprov Jabar Siap Eksekusi
Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan, surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri menjadi dasar bagi seluruh pemerintah daerah untuk menghadirkan ruang hiburan publik yang aman, tertib, dan berdampak ekonomi. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar merespons instruksi Mendagri Tito Karnavian terkait penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026

Tak hanya mendukung penuh kebijakan tersebut, Pemprov Jabar juga mulai menyiapkan langkah teknis agar agenda nobar dapat digelar serentak dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan, surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri menjadi dasar bagi seluruh pemerintah daerah untuk menghadirkan ruang hiburan publik yang aman, tertib, dan berdampak ekonomi.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya bertugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan melalui kegiatan yang dapat dinikmati bersama oleh warga.

"Saya kira surat edaran kan ditujukan kepada kepala daerah, artinya kepada gubernur, bupati, wali kota. Ya kami dari provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh karena bagaimanapun tugas pemerintah satu membahagiakan rakyat, keduanya menyejahterakan rakyat," ujar Herman di Kota Bandung, Rabu (17/6/2026).

Bagi Pemprov Jabar, euforia Piala Dunia merupakan momentum yang sulit dilewatkan. Terlebih, sepak bola memiliki basis penggemar yang sangat besar di Jawa Barat. Loyalitas masyarakat terhadap Persib Bandung menjadi bukti bahwa olahraga tersebut telah menjadi bagian dari kultur sosial warga.

Maka dari itu, nobar dinilai mampu menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan hiburan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Ini kan salah satu tools untuk membahagiakan rakyat, nonton bola. Kita kan tahu sendiri bagaimana antusiasme warga terhadap Persib dan lebih jauhnya antusiasme warga terhadap sepak bola," ucapnya.

Herman bahkan menilai atmosfer akan jauh lebih besar apabila Tim Nasional Indonesia berhasil tampil di putaran final Piala Dunia 2026.

"Apalagi kalau Merah Putih masuk ke Piala Dunia kan keren banget. Olahraga ini kan hiburan murah meriah ya. Saya kira ini ikhtiar yang luar biasa dari pemerintah, apalagi hak siarnya kan diambil oleh TVRI," lanjutnya.

Pemprov Jabar, kata dia, saat ini tengah mengonsolidasikan berbagai aspek teknis pelaksanaan nobar bersama pemerintah kabupaten dan kota. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban umum.

Herman meminta seluruh daerah memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah pusat, untuk menghadirkan ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat.

"Kemendagri memberikan surat edaran, kami sangat mendukung untuk dimanfaatkan oleh pemerintah daerah agar bisa membahagiakan, membuat rakyat gembira, salah satunya dengan nonton bersama. Tapi tentu harus diantisipasi konsekuensi ya, jangan sampai mengganggu ketentraman dan ketertiban, ya biar rapilah, berjalan lancar dan kondusif," katanya.

Selain menjadi sarana hiburan publik, agenda nobar juga dipandang sebagai peluang memperkuat aktivitas ekonomi kerakyatan. Keramaian yang tercipta selama pertandingan berlangsung berpotensi meningkatkan transaksi pedagang kecil, pelaku kuliner, hingga UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mendorong seluruh pemerintah daerah memperbanyak penyelenggaraan nobar selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Menurutnya, pengalaman dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pesta sepak bola dunia selalu melahirkan aktivitas ekonomi yang signifikan.

Mulai dari penjualan atribut tim, jersey, produk pendukung pertandingan, hingga meningkatnya omzet pelaku usaha makanan dan minuman, seluruhnya menjadi bagian dari efek berganda yang muncul selama kompetisi berlangsung.


Editor : Doni Ramdhani