Mengenal Minat Mengasah Bakat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Samarinda - Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Ada yang menemukan minatnya di jalur akademik, ada pula yang lebih berkembang ketika diberi ruang untuk mengasah keterampilan vokasi.
Potensi itulah yang kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dalam mengembangkan pendidikan menengah. Layanan pendidikan diarahkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan sekolah sekaligus minat dan bakat siswa.
“Layanan pendidikan berbasis kebutuhan sekolah minat siswa menjadi fokus utama pemerintah dalam menggali serta mengoptimalkan potensi bakat para peserta didik menuju generasi emas,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, seperti dikutip dari ANTARA. Minggu (4/10).
Pemetaan minat dan bakat siswa diterapkan secara merata mulai jenjang sekolah menengah atas hingga sekolah menengah kejuruan. Pendataan tersebut dirancang secara terpadu agar siswa memiliki ruang untuk menentukan arah pembelajaran sesuai potensi dirinya.
“Setiap siswa diberikan kebebasan penuh menentukan arah keahlian vokasi maupun jalur akademik sesuai hasil pemetaan minat potensi diri,” ujar Armin.
Pilihan tersebut kemudian perlu ditopang lingkungan belajar yang memadai. Karena itu, penguatan kurikulum pembelajaran diselaraskan dengan ketersediaan sarana dan prasarana, termasuk laboratorium serta ruang praktik kejuruan.
Upaya memastikan layanan tersebut berjalan juga dilakukan melalui kunjungan langsung ke sekolah. Armin bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Timur untuk melihat kondisi sekolah sekaligus menyerap aspirasi dari lingkungan pendidikan.
“Kunjungan kerja ke daerah dilakukan guna meninjau ketersediaan sarana prasarana sekaligus menyerap aspirasi pihak sekolah secara langsung,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyambangi SMAN 1 Muara Bengkal, SMAN 1 Muara Ancalong, serta SMAN 2 Muara Ancalong. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dan sarana pendukung pembelajaran berbasis minat dapat berjalan optimal, termasuk di daerah terpencil. (gin)
Editor : Inilahkoran

