Meski Fisik Tak Selalu Unggul, MTsN Kota Cimahi Juara II Futsal POSMAD Jabar 2026

Tim futsal MTsN Kota Cimahi akhirnya menembus partai final perhelatan POSMAD Jawa Barat 2026

Meski Fisik Tak Selalu Unggul, MTsN Kota Cimahi Juara II Futsal POSMAD Jabar 2026
Tim MTsN Kota Cimahi Juara II Futsal POSMAD Jabar 2026.

INILAHKORAN.ID - Menghadapi lawan-lawan tangguh dari seluruh penjuru Jawa Barat, tim futsal MTsn Kota Cimahi berhasil mencetak sejarah membanggakan. 

Kendati secara postur tubuh tidak selalu unggul dibanding lawan, para pemain justru menunjukkan mental baja, sportivitas tinggi, dan perjuangan tak kenal lelah hingga menembus partai final Pekan Olahraga dan Seni Siswa Madrasah (POSMAD) Jawa Barat 2026. 

Akhirnya, tim asal Kota Cimahi itu pulang membawa gelar Juara II tingkat Provinsi Jawa Barat, sebuah pencapaian yang lahir dari proses panjang, latihan disiplin, dan komitmen sekolah mengembangkan setiap potensi siswa.

Perjalanan gemilang ini bermula dari ajang POSMAD tingkat Kota yang digelar pada 25, 26, dan 28 Juli 2026. Di kompetisi tingkat kota, tim futsal MTsn Kota Cimahi langsung tampil dominan dan berhasil meraih Juara I, yang sekaligus mengamankan tiket untuk mewakili Kota Cimahi ke pentas tingkat Provinsi Jawa Barat

Langkah berikutnya berlangsung pada 22–24 Agustus 2026 di Kota Tasikmalaya, tempat di mana persaingan menjadi jauh lebih ketat. Di tengah lawan-lawan yang tampil dengan kekuatan penuh, para siswa justru semakin membuktikan kualitasnya, melaju terus tanpa tergoyahkan hingga akhirnya bertanding di partai puncak.

Pembina Olahraga futsal MTsn Kota Cimahi, Sudeni menjelaskan, sebelum turun ke lapangan provinsi, para pemain telah berjuang dan membuktikan kemampuan mereka di tingkat kota terlebih dahulu. 

“Untuk tingkat kota, MTsn Kota Cimahi mendapatkan juara satu. Kemudian maju mewakili Kota Cimahi ke tingkat provinsi, tepatnya di Kota Tasikmalaya,” kata Sudeni, Rabu (2/9/2026). 

Sudeni menjelaskan, para pemain menjalani latihan rutin dua kali dalam seminggu, disiplin yang dijaga konsisten, serta tak pernah meninggalkan kewajiban agama di sela-sela persiapan. 

“Dengan latihan yang gigih dan tidak lupa dengan kewajiban agama serta doa, alhamdulillah kami mendapatkan hasil yang memuaskan. Kami mendapatkan juara kedua, piala dan sertifikat,” jelasnya. 

Sudeni menyebut, salah satu pertandingan yang paling berkesan adalah saat berhadapan dengan tim tuan rumah Tasikmalaya di hadapan pendukung sendiri. 

Di bawah tekanan lingkungan dan dukungan penuh lawan, para pemain justru tampil tenang dan berani. Hasil akhir menempatkan MTsn Kota Cimahi sebagai juara kedua provinsi, sebuah pencapaian yang menurut Sudeni terbayar lunas dengan perjuangan luar biasa sejak pertandingan pertama hingga laga terakhir. 

“Alhamdulillah dari awal sampai akhir mendapatkan hasil yang memuaskan. Tak lupa juga dengan doa dari semuanya, terutama dari orang tua. Itu yang paling sangat kami syukuri,” tuturnya.

Kepala MTsn Kota Cimahi, Rubaitun mengakui, secara fisik para pemainnya tidak selalu lebih unggul dibanding lawan-lawannya. Namun, perbedaan postur itu sama sekali tidak membuat mereka gentar atau kehilangan rasa percaya diri. 

“Anak-anak kita mungkin secara fisik tidak selalu berada pada posisi yang sama dengan lawan. Tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap percaya diri dan berjuang,” kata Rubaitun.

Rubiatun mengaku sempat merasa khawatir melihat ketatnya persaingan, namun apa yang ditunjukkan para pemain di lapangan justru melampaui ekspektasi.

Lebih dari sekadar hasil akhir, hal yang paling membanggakan bagi Rubaitun adalah bagaimana para pemain tetap menjunjung tinggi etika dan sikap sportif di setiap pertandingan. 

“Alhamdulillah anak-anak tidak gentar. Mereka tetap beretika. Itu yang utama. Walaupun ingin menang, mereka tetap harus menjaga etika,” ujarnya. 

“Bangga melihat mereka bermain dengan sportif. Mereka tetap berjuang untuk menang, tetapi tidak meninggalkan etika,” tambahnya. Bagi pihak sekolah, karakter dan sportivitas adalah bagian tak terpisahkan dari prestasi itu sendiri, kemenangan tanpa meninggalkan nilai.

Dari sejumlah cabang yang diikuti MTsn Kota Cimahi, antara lain badminton dan tenis meja, tim futsal menjadi satu-satunya yang mampu melaju paling jauh hingga partai puncak. Cabang lain harus berhenti di babak seperdelapan final. 

Ketika tiket final berhasil diamankan, harapan untuk meraih juara pertama semakin terbuka, namun hasil akhir menempatkan mereka di posisi kedua terbaik. 

“Alhamdulillah bisa masuk final. Tinggal mencari juara satu, tetapi mungkin belum ada kesempatan. Akhirnya kami mendapat juara dua. Pokoknya salut dengan perjuangan anak-anak,” ungkapnya.

Rubiatun menyebut, prestasi ini bukan sekadar soal piala dan sertifikat, namun bukti nyata dari komitmen sekolah untuk mengembangkan setiap potensi siswa baik akademik, seni, maupun olahraga. 

Tahun ini, MTsn Kota Cimahi bahkan mengambil langkah strategis dengan membuka Kelas Atlet, sebagai ruang khusus bagi siswa yang memiliki bakat di bidang olahraga agar dapat berkembang lebih maksimal tanpa harus mengorbankan kewajiban belajar. Sebelumnya, sekolah sudah memiliki Kelas Tahfiz dan Kelas Akademik. 

“Tahun ini kami baru menerapkan kelas atlet. Sebelumnya ada kelas tahfiz dan kelas akademik. Sekarang kami memberikan ruang bagi siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti