Meski Kecewa, Warga di Kelurahan Utama Cimahi Tetap Salurkan Hak Suaranya Pada PSU dan PSL
Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 60 dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di TPS 05, TPS 06 dan TPS 07 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan dilaksanakan Sabtu 24 Februari 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemungutan suara Ulang (PSU) di TPS 60 dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di TPS 05, TPS 06 dan TPS 07 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan dilaksanakan Sabtu 24 Februari 2024.
Kendati demikian, para warga yang mengikuti PSU dan PSL di sejumlah TPS mengaku kecewa lantaran kehilangan momentum pesta demokrasi yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 lalu.
"Kecewa karena menghambat yang lain. Karena kalau yang lain udah pada beres, sedangkan kita baru nyoblos," ungkap Ilgi Firdaus warga RT 03/11, Kampung Cibodas, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan usai mengikuti PSU di TPS 60 saat ditemui, Sabtu 24 Februari 2024.
Menurutnya, dirinya merasa kehilangan momentum pesta demokrasi lantaran baru bisa menyalurkan hak suaranya di luar tanggal 14 Februari 2024.
"Waktu tanggal 14 Februari 2024 kemarin TPS 06 tutup dan bikin kecewa juga karena menghambat yang lain," tuturnya.
Senada dengan Ilgi, Rizal (32) mengaku kecewa meski telah menyalurkan hak suaranya di TPS 06 yang berada di Kampung Babakan Utama RT 02/02, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.
Rizal mengungkapkan, pencoblosan yang dilakukan pada 24 Februari atau sepuluh hari dari jadwal pemungutan serentak pada 14 Februari lalu sedikitnya mengurangi makna dari Pemilu itu sendiri.
"Pastinya sangat kecewa, soalnya yang lain sudah mencoblos saya belum. Terus kan di tv juga sudah ada hasilnya, jadi nggak greget," ungkapnya.
Rizal pun mengakui, sebenarnya dirinya ingin tak ingin datang ke TPS, namun setelah dipikir-pikir lagi hak suaranya akan sia-sia jika tak disalurkan.
Selain itu, Rizal sendiri sudah memiliki jagoan pada Pemilu 2024 kali ini, khususnya capres dan cawapres.
"Awalnya cukup males juga dan nggak akan datang, tapi ya 5 tahun sekali nggak apa-apa lah. Pilihan sudah ada," imbuhnya.
Ketua KPPS TPS 6, Sugiarto menyebut, di TPS 06 ada 76 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diundang untuk menyalurkan hak pilihnya pada PSL hari ini. Hingga pukul 10.45, baru setengahnya yang sudah datang.
"Sedang berjalan. Ada 76 orang yang memilih hari ini, dari total DPT itu 281 orang. Mereka mencoblos 5 jenis surat suara," ucapnya.
Sugiarto menjelaskan, di TPS 6 sendiri terpaksa menjalani PSL lantaran surat suara DPRD Kota tertukar antara dapil 4 dengan dapil 1.
Alhasil, pemungutan suara yang sudah berjalan hampir 80 persen, terpaksa dihentikan.
"Jadi tertukar antara dapil 4 dengan dapil 1. Waktu itu sudah sekitar 205 orang yang mencoblos, kemudian ketahuan ada surat suara yang tertukar. Akhirnya diberhentikan sementara itu," paparnya.
Sugiarto menyebut, DPT yang tersisa pada PSL di TPS 06 diberikan waktu sampai pukul 13.00 WIB untuk bisa menyalurkan hak suaranya. Setelahnya, bakal dilakukan penghitungan lima jenis surat suara.
"Sama seperti sebelumnya, dikasih waktu sampai jam 1 siang untuk mencoblos," sebutnya.
"Kemudian baru dilakukan penghitungan, karena kita sama sekali belum membuka kotak suaranya. Harus selesai dulu semua DPT, baru bisa dibuka," tandasnya.*** (agus satia negara)***
Editor : JakaPermana

