MPLS Hari Pertama, Ini Catatan Penting Ombudsman Jabar kepada Disdik

Ada beberapa catatan yang diberikan Ombudsman RI terkait kegiatanMPLS hari pertama di antaranya menerapkan Prokes Covid-19

MPLS Hari Pertama, Ini Catatan Penting Ombudsman Jabar kepada Disdik
Aada beberapa catatan yang diberikan Ombudsman RI untuk Disdik Jabar di hari pertama MPLS.

INILAHKORAN, Bandung - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat meminta Dinas Pendidikan sebagai pengawas kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) agar menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah dan mengawasi penerapan protokol kesehatan selama kegiatan MPLS berlangsung.

Hal ini, didasari melihat keluhan dari masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) pada hari pertama MPLS di sebagian sekolah kemarin.

"Kita harus mewaspadai kecenderungan peningkatan angka terkonfirmasi kasus Covid-19 di Indonesia termasuk di Jawa Barat, dengan melanjutkan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan di sekolah. Terlebih sebagian besar sekolah kelihatannya sudah menerapkan kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik," ujar Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat, Dan Satriana, Selasa 19 Juli 2022.

Baca Juga: Disdik Cimahi Bakal Tindak Tegas Sekolah yang Terdapat Kasus Perpeloncoan Saat MPLS

Dia mengatakan, Dinas Pendidikan harus memastikan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan MPLS ini.

Semua warga sekolah, terlebih guru, harus memberikan contoh memakai masker selama kegiatan baik di dalam maupun di luar ruangan, mengurangi waktu kegiatan bersama di satu ruangan dalam jumlah besar yang tidak memungkinkan orang menjaga jarak.

"Serta menghilangkan kegiatan game/permainan yang berpotensi ada kontak fisik," jelasnya.

Baca Juga: Fortusis Kota Bandung Imbau Orangtua Siswa Melapor Jika Ada Perpeloncoan pada MPLS 2022

Selain itu, orangtua juga harus menyadari, bahwa mereka mempunyai hak untuk mengawasi demi kesehatan dan keselamatan anak-anak mereka. Segera tergur dan laporkan sekolah yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Jangan sampai kelalaian sekolah dan kelengahan orangtua akhirnya mengorbankan keselamatan anak-anak dan proses pembelajaran tatap muka yang sudah mulai dilakukan," tambahnya. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran