Orang Tua Pengemudi BMW yang Tabrak Mahasiswa UGM Disebut Punya 'Power', Ahmad Sahroni: Polisi Jangan Sampai Digembosi!
Ahmad Sahroni mengaku tidak peduli soal isu yang menyebut bahwa orang tua dari pengemudi BMW mempunyai 'power'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni turut menyoroti kasus pengemudi BMW yang menabrak mahasiswa UGM hingga tewas di Sleman, Yogyakarta.
Ahmad Sahroni mengaku tidak peduli soal isu yang menyebut bahwa orang tua dari pengemudi BMW mempunyai 'power'.
Menurutnya, pihak kepolisian harus bersikap profesional, transparan, dan tidak pandang bulu dalam menangani kasus ini.
"Apalagi isu yang bergulir, diduga orang tua dari anak ini memiliki uang dan pengaruh," ujar Ahmad Sahroni.
"Siapa Peduli? Anaknya renggut nyawa orang, ya hadapi konsekuensi pidananya," sambungnya.
Ahmad Sahroni akan memantau perkembangan kasus tersebut guna memastikan tidak adanya intervensi yang terjadi.
Menurut dia, pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia harus benar-benar diminta pertanggungjawaban hukum sesuai perbuatannya.
“Polisi awas jangan sampai digembosi. Ingat, publik memantau dan menilai,” kata dia.
Adapun seorang mahasiswa UGM bernama Argo tewas ditabrak mobil BMW dengan nomor polisi B 1442 NAC di Jalan Palagan, Sleman, Yogyakarta.
Akibat benturan keras tersebut, Argo meninggal dunia di tempat dan jenazahnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
Pelaku juga diduga merupakan seorang mahasiswa UGM berinisial CP. Menurut Sahroni, bergulir isu bahwa orang tua pelaku mengerahkan banyak pengacara untuk membela anaknya.
Editor : Firda Rachmawati


