Peduli Kaum Disabilitas, Alfamart Berikan Pelatihan Bisnis Online Kepada Puluhan Difabel
Kehadiran kaum disabilitas yang kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat menuai keprihatinan dari sejumlah pihak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Kehadiran kaum disabilitas yang kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat menuai keprihatinan dari sejumlah pihak.
Pasalnya, kaum disabilitas sering dianggap tidak mampu melakukan berbagai hal. Padahal, dibalik kekurangan mereka banyak potensi besar yang bisa digali dan bisa berkontribusi positif untuk lingkungan sekitarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum disabilitas, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (alfamart) menyelenggarakan pelatihan bisnis ritel online di di SLBN A Citeureup Kota Cimahi, Selasa 21 Maret 2021.
Dalam pelatihan tersebut, puluhan peserta dari kaum disabilitas diberikan wawasan mengenai perkembangan bisnis online yang terjadi di Indonesia, khususnya di bidang ritel.
"pelatihan ini bertujuan untuk mendukung kemandirian para peserta, khususnya disabilitas yang menghadapi kendala dalam memperoleh pekerjaan," kata Branch Manager alfamart S.Novianto PS kepada wartawan, Selasa 21 Maret 2023.
Selain itu, jelas dia, melalui pelatihan tersebut pihaknya ingin
berbagi perkembangan bisnis ritel yang sedang terjadi serta peluang-peluang bisnis lainnya.
"Terutama di bidang ritel yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang,” jelasnya.
"Salah satu perkembangan bisnis ritel online yang dijalankan alfamart yakni melalui kehadiran Alfamind yang juga dikenal sebagai Toko Virtual alfamart," sambungnya.
Sementara itu, Marketing Specialis Virtual Store Alfamind Bandung, Haris Setiadi Praja menerangkan, Alfamind merupakan aplikasi bisnis ritel yang dikembangkan dengan sistem mitra, dimana orang yang bergabung sebagai mitra disebut sebagai store owner.
“Store Owner ini akan mengembangkan bisnisnya sendiri, dengan melayani pemesanan barang kebutuhan pokok atau produk lainnya,” ucapnya yang juga menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut.
Ia menyebut, bisnis ini dapat dijalankan dengan modal yang minim, yakni dengan modal 20 ribu saja.
“Keuntungan berasal dari selisih margin. Pola bisnis ini sangat cocok bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses, karena dapat dijalankan dari rumah bermodalkan gawai pintar,” sebutnya.
Selain itu, lanjut dia, para peserta nanti bergabung bakal dibuatkan kelas pemasaran online khusus yang dilakukan secara bertahap.
“Para peserta nanti akan dibuatkan WA group dan dibuatkan sesi kelas online khusus yang berisi mulai dari materi dasar bagaimana menawarkan, mempromosikan produk, memanfaatkan jejaring, dengan memaksimalkan gadget yang dimilki,” bebernya.
Ia menambahkan, kepedulian alfamart untuk para disabilitas juga diwujudkan dengan kehadiran program Alfability, yakni sebuah program yang memberikan kesempatan bekerja bagi kaum disabilitas untuk bergabung menjadi karyawan alfamart.
"Hingga tahun 2023 terdapat 28 karyawan disabilitas wilayah Cimahi dan sekitarnya yang bekerja di alfamart baik di toko maupun warehouse," ungkapnya.
Di tempat yang sama, salah satu peserta pelatihan, Ai (30) mengaku, melalui pelatihan tersebut dirinya termotivasi untuk mencoba berbisnis.
“Selama ini mau jalan bisnis masih mikir modal terus, setelah pelatihan ini saya mau nyoba menekuni bisnis Alfamind untuk menjadi salah satu sumber penghasilan,” ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

