Pemberlakuan Contraflow Bakal Dilaksanakan pada Puncak Arus Mudik
Ditlantas Polda Jabar menyebutkan, pemberlakuan contraflow dari Jakarta menuju ke Jawa, akan dilakukan, menunggu instruksi dari Korlantas Mabes Polri. Dalam penerapannya, Korlantas Mabes Polri pun menunggu laporan dari masing-masing pos pengamanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ditlantas Polda Jabar menyebutkan, pemberlakuan contraflow dari Jakarta menuju ke Jawa, akan dilakukan, menunggu instruksi dari Korlantas Mabes Polri. Dalam penerapannya, Korlantas Mabes Polri pun menunggu laporan dari masing-masing pos pengamanan.
"Pemberlakuan contraflow dari Jakarta mengarah ke Jawa, itu instruksinya dari Korlantas Polri. Pemberlakuannya masih situasional dan barometer, pantauan dan laporan. Kemungkinan penerapan (Contra Flow) dilaksanakan pada puncak arus mudik, terhitung pada 27 Maret sampai 29 Maret,"kata Dirlantas Polda Jabar, Kombes Dodi Darjanto, saat ditemui di KM 57 Cikampek, Karawang, Minggu 23 Maret 2025.
Dodi menghimbau masyarakat tidak menunggu pemberlakuan Contra Flow, untuk melakukan perjalanan pulang kampung. Hal itu, guna menghindari kemacetan meski Contra Flow diberlakukan.
"Saat ini, sudah diterapkan WFA. Ada baiknya, untuk menggunakan waktunya guna melakukan perjalanan ke kampung halaman," katanya.
Untuk arus lalulintas saat ini, kata Dodi, kendaraan yang melintas menggunakan jalur tol mengarah ke Jawa dari Jakarta, sudah mengalami peningkatan.
"Peningkatan 35 sampai 65 persen, terjadi pada jam 6 sampai 9 pagi. Banyak masyarakat yang menggunakan waktu setelah sahur, untuk mudik," katanya.
Peningkatan hanya terjadi di Jalan Tol. Sementara untuk jalur arteri baik selatan dan utara masih relatif landai.
Kepadatan terpantau terjadi di wilayah, Megamendung, Ciawi, dan Cipanas. Hal itu dikarenakan banyaknya aktivitas masyarakat, untuk membeli jajanan menjelang waktu berbuka puasa.
Dodi menghimbau, masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi prima.
Editor : Doni Ramdhani

