Pemprov Jabar Perkuat Karakter Pelajar dan Disiplin ASN Lewat Program Pembinaan di Barak Militer
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kedisiplinan pelajar, guru, dan aparatur sipil negara (ASN) melalui program Penguatan Karakter dan Bela Negara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Sumedang - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kedisiplinan pelajar, guru, dan aparatur sipil negara (ASN) melalui program Penguatan Karakter dan Bela Negara.
Dalam kunjungannya ke Makodim 0610 Sumedang, Gubernur menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menyasar pelajar. Tetapi juga akan diterapkan kepada guru serta pegawai yang tidak disiplin.
"Ke depan, guru atau pegawai yang malas akan dikirim ke barak militer untuk pembinaan," kata Dedi Mulyadi.
Ia juga menambahkan, bahwa individu yang kerap membuat onar atau mabuk di jalanan akan menjadi target pembinaan serupa mulai Juli mendatang. "Namun, semua dilakukan dengan metodologi yang terukur. Mereka akan diberdayakan melalui pekerjaan konstruksi pemerintah dengan honor yang sesuai," tambahnya.
Program Penguatan Karakter dan Bela Negara di Sumedang dikelola oleh Bupati dan Dandim, serta diawasi oleh Danrem dan jajaran Polri. Fokus utamanya adalah menumbuhkan disiplin, mengurangi penggunaan gadget berlebihan dan menekan pelanggaran lalu lintas oleh pelajar.
Gubernur juga menekankan bahwa ini bukan pendidikan militer, melainkan pendidikan kedisiplinan yang mencakup aspek psikologis, kesehatan, gizi dan pembentukan karakter. "Kami ingin siswa terbiasa dengan pola hidup sehat: minum air putih, makan bergizi dan rutin berolahraga," tegasnya.
Program serupa akan diterapkan di seluruh wilayah Jawa Barat. Gubernur mendorong seluruh kepala daerah tidak ragu menerapkannya demi menciptakan ketertiban dan mengurangi perilaku menyimpang, seperti geng motor.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menjelaskan, bahwa program ini dirancang secara komprehensif. Mencakup materi kebangsaan, keagamaan, keterampilan pertanian dan juga pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Panca Waluya (cageur, bageur, bener, singer). "Kami juga melibatkan orang tua dalam program parenting agar peran mereka dalam mendidik anak lebih optimal," ucap Dony Ahmad Munir.
Program ini menjadi langkah visioner Pemerintah Daerah Sumedang dan Pemprov Jabar untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara solutif dan aplikatif. "Kami ingin memastikan bahwa anak-anak remaja ini tetap memiliki masa depan yang baik dan pemerintah hadir untuk membimbing mereka menuju kesuksesan," pungkas Bupati. *
Editor : Ahmad Sayuti

