Pemprov Jabar Siapkan Insentif Pajak di KEK Jabar

Bapenda Jabar menyiapkan insentif pajak secara bertahap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor

Pemprov Jabar Siapkan Insentif Pajak di KEK Jabar
Ketua Bapenda Jabar Dedi Taufik.

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan Pemprov Jabar menyiapkan insentif pajak secara bertahap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor. Kebijakan ini sejalan dengan pemerintah pusat, termasuk Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang ingin menumbuhkan kembali industri pariwisata.

Melalui kebijakan ini pula, Dedi Taufik mengaku sebagai upaya Bapenda Jabar mendukung pemulihan ekonomi melalui pembangunan wisata Lido sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Nasional.

Dedi Taufik mengatakan, insentif berupa pengurangan, keringanan atau pembebasan pajak daerah meliputi beberapa jenis pajak sesuai dengan kewenangan daerah.

Baca Juga: Bapenda Jabar Terus Permudah Layanan Pajak dengan Tingkatkan Akses Digital Sambara

"Pajak kendaraan bermotor, alat berat dan pajak air permukaan itu diberikan secara bertahap. Contoh besarannya bisa 50 persen, namun angka itu bisa berkurang seiring dengan jalannya proyek," ucap Selasa 19 Juli 2022.

Dedi menambahkan, pengurangan hingga keringanan pajak pun berlaku untuk retribusi mencakup izin mempekerjakan tenaga asing.

"Retribusi pemberian perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing kepada pemberi kerja tenaga kerja asing keringanan pajaknya bisa mencapai 50 persen, dan angkanya bisa turun seiring waktu," kata Dedi.

Baca Juga: CATAT! Mulai Juli Hingga Agustus Bapenda Jawa Barat Lakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

Diketahui, KEK Lido sendiri memiliki luas area 1.040 hektare dan telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2021.
Sesuai komitmen rencana investasi yakni pada 2041 akan merealisasikan sebesar US$ 2,4 miliar atau Rp 32 triliun, dan akan menyerap 29.545 orang tenaga kerja.

KEK Lido diharapkan dapat memenuhi target lima tahun dengan menyerap tenaga kerja, hingga mencapai 21.154 orang, di mana saat ini sudah terserap sebanyak 1.192 tenaga kerja.

Saat ini, di areal KEK Lido juga sedang dibangun beberapa proyek besar seperti Lido Hotel and Resort Extension, golf course, golf club, movieland, theme park, music and art center, serta infrastruktur dan sarana-prasarana lainnya.

Baca Juga: Genjot PAD, Bapenda Jabar Maksimalkan Pajak Air Permukaan Sasar Perusahaan

KEK Lido direncanakan akan resmi beroperasi pada kuartal IV 2022. Pada akhirnya kawasan ini bakal mengakselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah.

Pada 2021 lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyaksikan peletakan batu pertama dan penyerahan salinan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 2021 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Lido dari Pemerintah Pusat ke pihak MNC Lido City selaku pengembang.

Ridwan Kamil berharap KEK Lido dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan wilayah Jabar bagian selatan. Selama ini daerah yang cenderung maju kawasan tengah ke utara Jabar, sedangkan Jabar tengah ke selatan masih kurang maju.

Dalam kurun 10-20 tahun dari sekarang, kata Ridwan Kamil, KEK Lido akan menghadirkan 30.000-60.000 lapangan pekerjaan. Ekonomi kawasan pun akan semakin maju dan jadi solusi pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gelar Samsore di Bandung Raya dan Bodebek, Bapenda Jabar Akan Libatkan Budayawan

“Kemudian juga kita akan akselerasi pariwisatanya, karena sebelum Covid-19 saja wisatawan itu ada 50 juta. Kalau misalkan satu orang spend Rp1 juta saja buat transportasi, bensin, makan, penginapan itu sudah Rp50 triliun perputarannya,” ujarnya.

Dia menegaskan akan mendukung sepenuhnya proses pembangunan KEK MNC Lido yang lahir pada Februari 2021 melalui penandatanganan PP 59/2021 oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami dukung bahkan kami kawal proses KEK yang lahir di bulan Februari tahun ini dengan PP No 69 tahun 2021. Mudah-mudahan tahun depan setelah groundbreaking ini salah satu dari berbagai tahap bisa kita nikmati,” ucapnya. (Riantonurdiansyah)


Editor : inilahkoran