Pengelolaan Sampah Bandung, Farhan: Sektor Pariwisata Perlu Pembenahan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan pengelolaan sampah masih perlu pembenahan khusus di kawasan yang berbasis kepariwisataan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pengelolaan sampah di Kota Bandung sudah menunjukkan hasil yang cukup baik namun masih perlu pembenahan khusus di kawasan yang berbasis kepariwisataan.
Pernyataan itu, disampaikan menanggapi surat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengenai hasil penilaian kuantitatif pengelolaan sampah dalam penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) Kota Bandung.
“Skor Kota Bandung adalah 54,16 dari total sekitar 60, yang predikatnya kota dalam pembinaan. Artinya, kami masih harus terus melakukan pembinaan terutama di kawasan berpengelola dalam konteks kepariwisataan,” kata Farhan, Selasa 10 Februari 2026.
Penilaian yang dilakukan KLH menggunakan sistem skor pada berbagai aspek mulai dari kebijakan, regulasi, tata kelola hingga kapasitas sumber daya manusia. Dari hasil evaluasi, Kota Bandung memperoleh skor maksimal pada aspek anggaran dan kebijakan yakni 8 dari 8 dan skor tertinggi pada kerangka regulasi yaitu 6 dari 6.
Namun aspek tata kelola, khususnya pemisahan fungsi regulator dan operator pengelolaan sampah masih memerlukan perhatian. Kota Bandung memperoleh skor 4,67 dari maksimal 6. Sedangkan kapasitas SDM menjadi tantangan tersendiri. Aspek tersebut, baru memperoleh skor 0,92 dari 1,5 dengan jumlah tenaga terlatih baru mencapai sekitar 900 orang.
Farhan menekankan, pengelolaan sampah di kawasan wisata harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan citra Kota Bandung bagi wisatawan. “Kawasan wisata harus memiliki pengelolaan sampah yang efektif dan bersih, agar kunjungan wisatawan tidak terganggu dan lingkungan tetap terjaga,” ucapnya.
Guna mengatasi kekurangan SDM, pemerintah kota telah merekrut 1.597 petugas pemilah dan pengolah sampah yang akan ditempatkan satu orang di setiap RW.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk di kawasan wisata. "Kami akan terus melakukan pembinaan, pelatihan SDM dan evaluasi berkala agar pengelolaan sampah di seluruh Kota Bandung semakin efektif dan sesuai standar KLH," ujar dia.***
Editor : JakaPermana


