Pengusaha Lokal Berdaya Saing

Pengusaha Lokal  Berdaya Saing
PERCAYA DIRI: Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor Hilal Firmansyah percaya diri dalam pencalonan Ketua Kadin Kabupaten Bogor.

Oleh: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Ada satu kalimat yang ingin dibawa Hilal Firmansyah dalam pencalonannya sebagai Ketua Kadin Kabupaten Bogor: pengusaha lokal harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri.

Gagasan itu muncul setelah Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor tersebut mengantongi dukungan dari 12 asosiasi atau anggota luar biasa Kadin Kabupaten Bogor. Dukungan itu membuat langkahnya menuju kursi Ketua Kadin Kabupaten Bogor semakin mantap.

Namun, bagi Hilal, kontestasi organisasi bukan semata soal siapa yang duduk di kursi ketua. Ada pekerjaan yang lebih besar, yakni membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha Kabupaten Bogor, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu tumbuh di daerahnya sendiri.

"Pengusaha Kabupaten Bogor harus menjadi tuan rumah di rumahnya. Saya akan membuka sumbatan dengan regulator agar ada kesamaan visi dan misi antara dunia usaha dengan pemerintah daerah," kata Hilal, Senin (10/8). 

Menurut Hilal, hubungan dunia usaha dan pemerintah daerah perlu dibangun lebih terbuka. Regulasi dan kebutuhan pelaku usaha tidak boleh berjalan sendiri-sendiri jika ingin menciptakan iklim usaha yang sehat.

Karena itu, jika dipercaya memimpin Kadin Kabupaten Bogor, dia berencana memetakan kondisi para pelaku usaha melalui analisis terhadap kekuatan dan kekurangan masing-masing.

Dari pemetaan tersebut, kemampuan dan kapasitas pengusaha akan diperkuat. Pengusaha yang sudah lebih maju diharapkan ikut menjadi bagian dari proses peningkatan kemampuan pelaku usaha yang masih berkembang.

"Pengusaha sedang dan besar nantinya ikut meningkatkan kemampuan atau skill pengusaha kecil hingga profesionalismenya," ujarnya.

Bagi Hilal, persoalan UMKM tidak berhenti pada kemampuan mengelola usaha. Permodalan juga masih menjadi salah satu tantangan yang kerap menghambat pelaku usaha untuk berkembang.

Karena itu, dia ingin Kadin menjadi penghubung antara pelaku UMKM dengan dunia perbankan dan koperasi. Akses terhadap pembiayaan, menurutnya, perlu dibarengi dengan pelatihan agar modal yang diperoleh benar-benar mampu mendorong perkembangan usaha.

"Kami akan menjadi jembatan pelaku UMKM dengan perbankan agar mereka mendapatkan pinjaman modal yang lebih lunak, sekaligus pelatihan untuk meningkatkan kemampuan," katanya. (gin)


Editor : Inilahkoran