Persoalan di TPAS Sarimukti Kembali Bertambah Usai Alat Berat Kembali Mengalami Kerusakan
Belum selesai dengan persoalan satu, Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dihadapkan dengan sejumlah kendala baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Belum selesai dengan persoalan satu, Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPAS) Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dihadapkan dengan sejumlah kendala baru.
Pasalnya, jumlah alat berat yang biasa digunakan sebagai operasional pengelolaan sampah di kawasan TPAS Sarimukti tersebut kembali mengalami kerusakan.
Dengan bertambahnya alat berat yang rusak tersebut secara otomatis berimbas pada lambatnya operasional penurunan sampah daris truk ke zona pembuangan TPAS Sarimukti.
"Sekarang yang masih berfungsi hanya dua eskavator. Sementara, alat berat lainnya rusak," ungkap Koordinator Pengelola TPA Sarimukti, Riswanto saat dihubungi.
Ia menyebut, satu alat berat jenis buldozer di zona pembuangan sampah mengalami rusak kembali. Akibatnya, proses perataan gunungan sampah yang baru diturunkan dari truk harus menggunakan ekskavator yang tersisa.
"Alat berat rusak lagi, yang kemarin diperbaiki harus diperbaiki lagi, tadi sealnya pecah. Mudah-mudahan hari ini bisa dioperasikan lagi buldozer," ujarnya.
Akibat kerusakan alat berat tersebut, jelas dia, antrean truk sampah dari empat daerah, antara lain Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengular.
Kendati demikian, pihaknya sudah mengantisipasi persoalan tersebut dengan jam operasional selama alat berat tersebut masih dalam kondisi rusak.
"Jika sebelumnya operasional dari jam 05.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB. Maka, sekarang operasional dimulai dari jam 03.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB," ujarnya.
Dengan adanya penambahan jam operasional tersebut, tambah dia, antrean truk di TPAS Sarimukti cukup terkendali dibandingkan antrean satu bulan lalu.
"Sekarang antrean masih ada. Tapi lebih baik. Sekarang antrean paling cuman 1 kilometer," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
