PPDB Tahap Melebihi Batas Kuota, Kepala KCD Wilayah IV Disdik Jabar Minta Orang Tua Tak Paksakan Anaknya Masuk Sekolah Negeri

Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) mencatat ada sebanyak 30.450 siswa mendaftar yang mendaftar pada Penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap I.

PPDB Tahap Melebihi Batas Kuota, Kepala KCD Wilayah IV Disdik Jabar Minta Orang Tua Tak Paksakan Anaknya Masuk Sekolah Negeri

INILAHKORAN, Cimahi - Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat (disdik jabar) mencatat ada sebanyak 30.450 siswa mendaftar yang mendaftar pada Penerimaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap I.

Dari jumlah 30.450 tersebut, sebanyak 16.126 siswa yang terdiri dari 13.306 mendaftar ke SMA Negeri di Bandung dan 2.820 mendaftar ke SMA Negeri di Cimahi.

Sementara untuk jenjang SMK tercatat ada 14.324 mendaftar, dengan rincian 10.848 siswa mendaftar di SMKN Kota Bandung dan 3.476 mendaftar di SMK Negeri yang ada di Kota Cimahi.

Seperti diketahui, proses pendaftaran PPDB tahap I tingkat SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat telah dimulai sejak 6-10 Juni 2023 lalu. Sedangkan untuk hasilnya bakal diumumkan pada 20 Juni 2023 mendatang.

"Bila melihat jumlah pendaftar pada PPDB Tahap I, maka mustahil semua yang mendaftar dapat diterima di SMA atau SMK Negeri,"  kata Kepala KCD Wilayah VII Ai Nurhasan di Kantor KCD Wilayah VII, Jalan Baros Kota Cimahi, Selasa 13 Juni 2023.

"Terlebih, saat ini baru pendaftaran tahap I," imbuhnya.

Ai menuturkan, tercatat ada 27 SMA Negeri di Bandung dan 6 SMA Negeri di Cimahi. Sementara untuk SMK ada 16 SMK Negeri di Kota Bandung dan 3 SMK di Kota Cimahi.

Saat ini, lanjut Ai, KCD wilayah VII yang meliputi Kota Bandung dan Cimahi hanya menyediakan kuota sebanyak 20.678 yang tersebar di 33 SMA Negeri dan 19 SMK Negeri.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.601 kuota untuk SMA dan 8.269 untuk SMK Negeri di Kota Bandung," tuturnya.

"Kemudian, 2.054 untuk SMA Negeri dan 1.754 untuk SMK Negeri di Kota Cimahi," sebutnya.

Menurutnya, seluruh masyarakat tentu berharap anaknya bisa melanjutkan jenjang pendidikan di sekolah negeri.

Kendati demikian, karena keterbatasan sekolah negeri yang ada, maka dapat dipastikan hal itu tidak dapat terjadi.

”Saat ini jumlah SMA dan SMK Negeri di Bandung dan Cimahi ada 52. Sementara untuk SMA dan SMK Swasta ada 368. Memang paling dominan swasta,” bebernya.

Ai menerangkan, jumlah pendaftar pada PPDB Tahap I sudah melampaui jumlah kuota yang tersedia. Sehingga, dipastikan semua siswa tersebut tidak bisa ditampung di sekolah SMA atau SMK negeri yang ada.

”Saat ini kita baru bisa menampung lulusan SMP dikisaran 35-40 persen. Selebihnya bisa melanjutkan swasta,” terangnya.

Oleh karenanya, Ai pun meminta para orang tua siswa tidak memaksakan anakanya melanjutkan ke sekolah negeri.

Sebab, saat ini banyak sekolah swasta yang sudah setara bahkan lebih bagus dari sekolah negeri.

”Memang masyarakat butuh waktu untuk memahami jika sekolah swasta dan negeri sama saja,” ujarnya. *** (agus satia negara)***


Editor : JakaPermana