Prihatin dengan Angka Anak Putus Sekolah di KBB, SMPN 4 Cisarua Inisiatif Gelar Kegiatan Ini 

Masih banyaknya siswa yang putus sekolah dari berbagai jenjang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu keprihatinan dari sejumlah pihak.

Prihatin dengan Angka Anak Putus Sekolah di KBB, SMPN 4 Cisarua Inisiatif Gelar Kegiatan Ini 
Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan anak putus sekolah, SMPN 4 Cisarua berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dalam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar Talkshow Pelajar Transformatif bertema Transformasi Pelajar Menuju Generasi yang Unggul dan Berkeadaban. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Masih banyaknya siswa yang putus sekolah dari berbagai jenjang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu keprihatinan dari sejumlah pihak.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan anak putus sekolah, SMPN 4 Cisarua berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dalam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar Talkshow Pelajar Transformatif bertema Transformasi Pelajar Menuju Generasi yang Unggul dan Berkeadaban.

Kepala Bidang PSMP Disdik KBB Rustiyana mengatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) KBB jumlah angka anak putus sekolah di wilayahnya untuk jenjang SMP mencapai 140 orang.

"Untuk jenjang SD sebanyak 260 anak, SMA 72 anak dan SMK sebanyak 116 anak," katanya, Selasa 30 Agustus 2022.

Selanjutnya, sambung dia, untuk jumlah siswa yang mengulang di KBB juga cukup banyak, antara lain untuk jenjang SD sebanyak 436 anak, SMP 130 anak, SMA 16 dan SMK sebanyak 153 anak.

"Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan Talkshow tersebut sesuai dengan visi Profil Pelajar Pancasila dalam hal memperkuat pendidikan karakter," ujarnya.

Itu juga sesuai dengan visi misi Kemendikbudristek dan pemerintahan KBB. Sehingga menjadi harapan untuk mendukung kegiatan positif tersebut dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan di Bandung Barat.

"Oleh karenanya sudah menjadi kewajiban kami mendukung acara positif dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan di Bandung Barat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan Talkshow tersebut juga sangat mendukung visi misi Pemda KBB, yakni mewujudkan Bandung Barat Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religius (AKUR).

"Dalam hal ini berbasis pada pengembangan ekonomi, optimalisasi sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Cisarua Pipih Sopiah mengaku pihaknya menyambut baik kegiatan penyelenggaraan talkshow tersebut.

"Kegiatan tersebut sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi warga sekolah dan masyarakat," ungkapnya.

Ia menyebut, kegiatan talkshow ini dikhususkan untuk anak-anak yang putus sekolah. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman orang tua mengenai parenting atau pola asuh. Sehingga, mereka bisa lebih bijak dalam mengarahkan anaknya bahwa pendidikan itu sangat penting.

“Kami mengapresiasi upaya para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati yang mengadakan talkshow ini. Hal ini membantu kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi warga sekolah dan masyarakat,” ujarnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani