Profil Kades Panggalih Cisewu Garut, Jadi Sorotan Usai Viral Dugaan Intimidasi

Berikut nama Kades Panggalih, Cisewu yang jadi sorotan usai viral dugaan intimidasi.

Profil Kades Panggalih Cisewu Garut, Jadi Sorotan Usai Viral Dugaan Intimidasi
Profil Kades Panggalih

INILAHKORAN.ID - Nama Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, kembali menjadi perhatian publik seiring mencuatnya berbagai isu pembangunan desa dan dinamika sosial yang terjadi di wilayah tersebut. 

Sosok yang kini menjabat sebagai Kades Panggalih diketahui bernama Wahyu.

Wahyu dikenal sebagai kepala desa yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan di wilayah selatan Garut, khususnya di Kecamatan Cisewu yang memiliki tantangan geografis cukup berat. 

Beberapa kebijakannya bahkan sempat menjadi perbincangan luas di tingkat lokal.

Dalam sejumlah pemberitaan media lokal, Wahyu tercatat pernah terlibat langsung dalam perbaikan jalan kabupaten yang melintasi wilayah Cisewu. Jalan yang sebelumnya rusak parah tersebut diperbaiki melalui gotong royong warga, bahkan disebut-sebut menggunakan dana pribadi dan swadaya masyarakat.

Selain jalan, Wahyu juga mendorong penataan lingkungan kantor desa, termasuk perbaikan halaman dan fasilitas pelayanan publik agar lebih layak digunakan masyarakat.

Desa Panggalih merupakan salah satu desa di Kecamatan Cisewu yang belakangan kerap disorot publik, terutama setelah munculnya berbagai isu terkait kritik warga terhadap pembangunan desa dan penggunaan dana desa.

Pada 2026, nama Desa Panggalih kembali ramai diperbincangkan setelah beredarnya video yang memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik. Video tersebut viral di media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menanggapi peristiwa tersebut dengan menegaskan bahwa kepala desa dan perangkatnya tidak boleh alergi terhadap kritik, serta meminta penyelesaian masalah dilakukan secara dialog dan rekonsiliasi.

Meski tidak semua kritik secara langsung diarahkan kepada Kades Panggalih, situasi tersebut membuat publik menyoroti pola komunikasi pemerintah desa dengan warga. Transparansi, keterbukaan, dan ruang partisipasi masyarakat menjadi isu utama yang terus disuarakan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan keterlibatan langsung Wahyu dalam praktik intimidasi sebagaimana yang ramai diperbincangkan. Aparat dan pemerintah daerah pun diharapkan dapat memberikan klarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi.


Editor : Firda Rachmawati