Rencana Infrastruktur Bogor Barat: Jalur Baru Beban Berlalu

RENCANA jalan khusus tambang kembali mencuat.Harapan baru muncul dari peluang investasi besar.

Rencana Infrastruktur Bogor Barat: Jalur Baru Beban Berlalu
JALAN TAMBANG: Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka tertarik membangun jalan khusus tambang di wilayah barat, Kabupaten Bogor. Saat ini, perusahaannya yaitu PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk sedang mengerjakan Jalan Tol Depok-Antasari (Destari) seksi III dan IV Sawangan-Bojonggede-Salabenda.

Oleh : Reza Zurifwan

Geliat aktivitas tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor menghadirkan persoalan lama: lalu lintas kendaraan berat yang melintas di jalan umum. Kini, rencana pembangunan jalan khusus tambang mulai membuka peluang hadirnya solusi baru.

Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka menyatakan ketertarikannya untuk ikut membangun infrastruktur tersebut. Namun, keputusan itu masih menunggu hasil kajian Pemerintah Kabupaten Bogor terkait kelayakan proyek.

“Tergantung hasil kajiannya, kalau tidak masuk, cuan atau untung maka kita tidak ikut atau sentuh. Kita mau bermaslahat atau bermanfaat untuk umat, namun syaratnya kita harus cuan karena kita juga bakal bayar kewajiban ke pihak bank,” ujar Jusuf Hamka kepada wartawan, Rabu (5/8).

Ketertarikan pengusaha yang akrab disapa Babah Alun itu muncul setelah perusahaannya, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, tengah mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur jalan.

Saat ini, CMNP mengerjakan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) seksi III dan IV yang menghubungkan Sawangan, Bojonggede, hingga Salabenda.

Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan dari Bogor Ring Road (BORR) menuju Caringin bersama sejumlah mitra.

Untuk jalan khusus tambang Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan di luar pembebasan lahan mencapai sekitar Rp600 miliar.

Sementara Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp100 hingga Rp150 miliar untuk pembebasan lahan sepanjang 12 kilometer yang melintasi Cigudeg, Rumpin, hingga Parungpanjang.

Namun, bagi Jusuf Hamka, nilai investasi bukan menjadi persoalan utama selama proyek tersebut memiliki manfaat dan perhitungan bisnis yang sehat.

“Kalau anggaran atau biaya, kami siap lebih besar dari Rp600 miliar, dan siap membangun jalannya lebih bagus seperti Jalan Tol Jagorawi,” ujarnya.

Dia bahkan optimistis proyek infrastruktur di Kabupaten Bogor memiliki potensi keuntungan lebih besar dibandingkan pengalaman sebelumnya membangun jalan tol sepanjang 62 kilometer di Sumedang.

“Kalau di Bogor, saya optimistis dan insya Allah bisa lebih cuan ketimbang Sumedang,” katanya.

Rencana tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bogor. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim meminta pemerintah daerah menyiapkan kajian yang matang dan menarik agar peluang kerja sama tersebut dapat terealisasi.

Menurutnya, kehadiran investor berpengalaman seperti Jusuf Hamka menjadi kesempatan yang perlu dimanfaatkan, terlebih pembangunan jalan khusus tambang membutuhkan perencanaan yang kuat.

“Kajian jalan khusus tambang harus dibuat secara baik dan menarik. Semoga Pemkab Bogor bisa berkolaborasi dengan Mohammad Jusuf Hamka yang merupakan pengusaha muslim yang religius,” ujar Agus. (gin)


Editor : Inilahkoran