Ribuan Warga Kabupaten Bandung Antusias Saksikan Kirab Budaya Cap Go Meh di Taman Kopo Indah

Ribuan orang warga Kabupaten Bandung dan sekitarnya memenuhi ruas Jalan Raya Taman Kopo Indah (TKI) di Kecamatan Margahayu, menyaksikan kirab budaya Cap Go Meh yang merupakan puncak dari penutupan hari raya Imlek 2025. 

Ribuan Warga Kabupaten Bandung Antusias Saksikan Kirab Budaya Cap Go Meh di Taman Kopo Indah
Ribuan orang warga antusias dan rela berpanas-panasan dibawah terik matahari untuk menyaksikan arak-arakan kirab budaya Cap Go Meh, di Jalan Raya Taman Kopo Indah ( TKI) Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Ribuan orang warga Kabupaten Bandung dan sekitarnya memenuhi ruas Jalan Raya Taman Kopo Indah (TKI) di Kecamatan Margahayu, menyaksikan kirab budaya Cap Go Meh yang merupakan puncak dari penutupan hari raya Imlek 2025. 

Ribuan orang warga antusias dan rela berpanas-panasan dibawah terik matahari untuk menyaksikan arak-arakan kirab budaya Cap Go Meh, di Jalan Raya Taman Kopo Indah ( TKI) Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung

Arak-arakan tarian Barongsay, Naga Liong,  gotong Tapekong, tarian khas suku Tionghoa dan juga beberapa kesenian khas Sunda yang menyusuri jalan  sepanjang kurang lebih 5 kilo meter. Saat konvoi rombongan kesenian ini melintas dihadapan warga, mereka nampak antusias dan gembira. Banyak diantara mereka yang langsung mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya.

Berbagai ornamen atau hiasan bernuansa suku Tionghoa yang didominasi oleh warna merah dan emas pum tampak mencolok disepanjang Jalan Raya Taman Kopo Indah pada Jumat siang itu. Tak hanya itu saja, para pedagang maianan anak berupa barongsay mini dan burung dalam sangkar pun nampak berjajar disepanjang jalan tersebut. 

"Sangat terhibur dan senang saya bisa menyaksikan Cap Go Meh ini. Saya sengaja datang bawa anak-anak, agar mereka mengenal keragaman budaya tanah airnya," kata Felicia salah seorang warga Taman Kopo Indah, Jumat 14 Februari 2025. 

Menurut Felicia, acara seperti  baru pertama kalinya ada digelar di Taman Kopo Indah atau bahkan di Kabupaten Bandung. Sehingga, ia dan warga lainnya sangat antusias menyaksikan kemeriahan dan menjadi bagian dari sejarah perayaan kirab Cap Go Meh di daerahnya.

"Menyenangkan sekali bisa menjadi bagian dari sejarah perayaan Cap Go Meh di Taman Kopo Indah. Selain itu, yang membuat saya terkesan dan kagum adalah kebersamaan dan toleransi dari suku-suku lainnya yang ada di Kabupaten Bandung,mereka turut membantu dan juga turut serta dalam pawai Cap Go Meh ini dengan penampikan kesenian khas Sunda nya," ujarnya.

Sementara itu,  Penasihat Acara Kirab budaya Cap Go Meh Taman Kopo Indah, Andreas Hartanto menerangkan, ini adalah puncak dari perayaan penutupan hari raya Imlek 2025. Maka dari itu, pengurus dari tempat ibadah Tri Darma Amal Bakti, menggelar kirab budaya Cap Go Meh. Kata dia,  kirab budaya Cap Go Meh ini adalah tradisi dari warga Tionghoa yang sudah turun temurun dan sangat penting untuk dilaksanakan sebagai alat perekat hubungan antar sesama warga negara Indonesia.

"Maka dari itu tema dari kirab budaya Cap Go Meh ini adalah toleransi dan budaya. Kirab budaya ini  merupakan  akulturasi budaya t
Tionghoa dengan budaya setempat yang sudah ada turun temurun dan kami rasa ini acara yang sangat penting untuk merekatkan hubungan antar sesama warga Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika," kata Andreas.

Andreas membenarkan jika kirab budaya Cap Go Meh ini memang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bandung. Kata dia,antusiasme warga Kabupaten Bandung dan sekitarnya sangat tinggi, buktinya ribuan orang warga datang ke tempat itu. Bahkan, warga dari luar Kabupaten Bandung pun banyak yang datang ingin menyaksikan kemeriahan acara tersebut.

"Bahkan kami kedatangan rombongan kesenian dari negeri Taiwan sebanyak 100 orang. Merekan ingin berpartisipasi dalam pawai seni budaya Cap Go Meh di Taman Kopo Indah ini. Selain itu, kami juga sangat senang mendapatkan dukungan tak hanya dari suku Tionghoa saja, tapi dari masyarakat sekitar juga dan mereka turut menampilkan kesenian daerahnya," ujarnya. 

Andreas menjelaskan, iring-iringan kirab Cap Go Meh ini melintasi Jalan Raya Taman Kopo Indah sepanjang kurang lebig 5 kilo meter. Kesenian yang ditampilkan adalah Barongsay, Naga Liong, gotong Tapekong, tarian tradisional Tionghoa. Selain itu, ada juga kesenian khas Sunda yang turut serta yakni tarian Elang dan beberapa jenis kesenian khas Sunda lainnya.


Editor : Doni Ramdhani