RSCM Ungkap Kondisi Terbaru Andrie Yunus Aktivis yang Disiram Air Keras
Kondisi Andrie Yunus aktivis yang disiram air keras oleh oknum, kini kondisinya sudah mulai stabil dan lakukan perawatan di RSCM.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini heboh sebuah video yang memperlihatkan aktivis Andrie Yunus disiram air keras oleh oknum yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.
Saat ini Andrie Yunus tengah menjalani perawatan di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
RSCM memberikan penanganan medis intensif kepada Andrie Yunus yang mengalami luka bakar akibat paparan cairan kimia, memberi tahuan kondisi terbarus sang pasien.
Menurut Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada hari Jumat, 13 Maret 2026, dini hari sekitar pukul 12.00 WIB malam.
Yoga menjelaskan bahwa Andrie Yunus mengalami keluhan luka bakar pada area wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Setibanya di IGD, Yoga menyebutkan tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi pada pasien.
"Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," terang Yoga dikutip dari laman Antara.
Sebagai penanganan awal, tim medis di IGD melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar zat kimia tersebut untuk menurunkan efek serta menormalkan kondisi jaringan.
Saat masuk IGD, awalnya Andrie Yunus didiagnosa mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit di tubuhnya.
"Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada," jelas Yoga.
Sesuai penilaian medis Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi penilaian medis yang menyatakan Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.
kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea mata Andrie Yunus.
Yoga menuturkan pasien harus menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.
Saat ini pasien dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.
Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis terus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.***
Editor : Irma Nurfajri


