Sebanyak 58.777 Disabilitas di KBB Tengah Dibina Lewat Program RBM
Dinsos KBB intens melakukan penanganan terhadap kelompok disabilitas, lansia terlantar, pekerja seks komersial, dan remaja putus sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinsos KBB saat ini intens melakukan penanganan terhadap kelompok disabilitas, lansia terlantar, pekerja seks komersial, serta remaja putus sekolah.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos KBB Ati Indrawati menyebutkan, jumlah kelompok disabilitas di KBB hingga saat ini berjumlah 58.777 orang.
"Warga penyandang disabilitas di KBB saat ini telah dibina dan ditangani melalui program rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM)," katanya, Rabu 29 Juni 2022.
Baca Juga: Tim Pengendali Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa Kabupaten Bogor Minta Nasehat Kemendagri
Sedangkan, untuk lansia terlantar sebagian dibantu pengobatan dan pangan atau dititipkan di panti milik Provinsi Jawa Barat.
Selanjutnya, kata dia, bagi remaja putus sekolah diarahkan mengikuti pelatihan-pelatihan seperti mekanik bengkel, barista, barbershop, tataboga, menjahit, dan keterampilannya.
"Kita gandeng relawan untuk RMB, panti-panti, lembaga pendidikan disabilitas, serta lembaga pelatihan agar punya keterampilan," katanya.
Baca Juga: Ombudsman Jawa Barat Soroti Pungli di Salah Satu SMK di Bandung
Kendati begitu, jelas dia, langkah tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisinya mesti diarahkan ke mana.
Sementara itu, untuk pekerja seks komersial (PSK), Dinsos KBB telah menangani 90 kasus sepanjang tahun 2019 hingga 2022.
"Mereka rata-rata warga KBB yang terjaring operasi di luar daerah," ujarnya.
"Memang rata-rata di tempat lain terjaring. Terus dilaporkan ke kita. Jumlahnya ada 90 kasus, tapi sudah ditangani dengan pembinaan dan pemberian keterampilan," pungkasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


